Fasya Siregar: Perjalanan Puitis Seorang Barista

Author
Ditulis olehTim Loker • Update 5 Januari 2025
Rubrik Profil

perjalanan-fasya-siregar-menjadi-barista-tahun-2024

Tren minum kopi di Indonesia saat ini sangat dinamis dan terus berkembang. Minum kopi bukan hanya sekadar menikmati rasa, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup, interaksi sosial, dan bahkan identitas diri. Ada juga kecenderungan untuk kembali ke akar dengan mengonsumsi kopi lokal dari berbagai daerah di Indonesia. Hal ini mendorong keberagaman rasa dan meningkatkan apresiasi terhadap kekayaan kopi Indonesia.

Media sosial berperan besar dalam menyebarkan informasi tentang kopi dan tren terbaru, serta menciptakan komunitas pecinta kopi. Pun, masyarakat semakin tertarik untuk mempelajari tentang kopi, mulai dari proses penanaman hingga penyeduhan. Apalagi bersamaan dengan itu bermunculan berbagai inovasi dalam penyajian kopi, seperti latte art, coffee cocktail, dan pairing kopi dengan makanan.

Masing-masing orang punya perjalanannya sendiri dalam menemukan kecintaan dengan kopi. Fasya Siregar adalah barista yang jatuh cinta kepada kopi dimulai dari irisan dengan perkopian lokal. Tak berhenti disitu, Fasya memadukan aktivitas meracik kopi dengan merajut kata sehingga terciptalah puisi.

Kali ini obrolan Loker ID agak sedikit romantis ya. Meromantisasi pekerjaan juga bisa jadi jalan menikmati apa yang kita kerjakan untuk membayar bill yang terus berjalan hehehe.

Kapan pertama kali Anda tertarik dengan kopi? Apa yang membuat Anda jatuh cinta dengan minuman ini?

Tertarik minum kopi sejak sekolah menengah atas, karena kebiasaan ayah pagi itu ngopi. Jadi ikut minum kopi. Yang membuat jatuh cinta saat saya pertama kali melihat pohon kopi di Tanah Karo. Saat itu baru pertama melihat buah dan pohon kopi. Buahnya kecil agak lonjong, warna hijau kalau belum matang, kalau sudah matang warnanya merah. Rasanya manis namun tidak ada daging buahnya. Langsung ketemu biji. Kalau di makan enak. Manis. Tapi bijinya jangan ditelan. Kayak makan permen.  Selain itu, berkunjung ke perkebunan kopi di Tanah Karo menyadarkan saya kalau kopi bukan sekadar minuman bapak-bapak pagi atau malam hari. Ada banyak ekonomi yang bergerak dari satu minuman yaitu kopi.

Nah, dari situlah timbul keinginan untuk belajar lagi tentang kopi, mulai budidaya pohon, perawatan, panen, pasca panen, roasting, hingga menyeduh kopi.

Apa yang mendorong Anda untuk menjadi barista? 

Saat itu dorongan utamanya ya kerja untuk membiayai kuliah. Dulu istilah barista belum populer seperti sekarang dan barista belum jadi profesi yang digandrungi anak muda. Malahan masih jadi golongan pekerja kasar yang pulang tengah malam.

petualangan-fasya-siregar-meracik-kopi-tahun-2024

Ada pengalaman paling berkesan selama bekerja di coffee shop?

Pengalaman yang paling berkesan itu saat berkesempatan menyeduh kopi dan bercerita dengan bule dari Polandia, Prancis, dan Argentina. Tapi sebenarnya yang enggak kalah berkesan adalah intrik di pekerjaan itu sendiri sih hehehe. Interaksi dengan rekan kerja yang mendewasakan.

Apa yang menjadi motivasi utama Anda untuk membuka coffee shop sendiri?

Sepertinya di umur yang seperempat abad ini saya sudah tidak harus bertumpu pada orang lain lagi. Selama bekerja saya menabung untuk membeli alat-alat kopi sederhana. Belum lagi dorongan dari pacar yang saya racuni jadi suka kopi dan akhirnya kami berdua punya mimpi memiliki kedai kopi sendiri.

Apa tantangan terbesar yang Anda hadapi saat memulai usaha ini? Bagaimana Anda mengatasinya?

Tantangan terbesarnya adalah sebenarnya usaha ini masih dibilang sangat kecil, dan pastinya memerlukan usaha dan modal yang agak lumayan besar apalagi dalam hal ini memulai. Disitulah tantangan yang sedang dihadapi. Cara satu-satunya untuk mengatasinya adalah dengan tetap berjalan dan tidak berhenti di tengah jalan. Tetap ditimbulkan semangat mau berusaha itu dalam diri lagi. Dan ditanya lagi ke diri kenapa memulainya. Supaya itu jadi alasan untuk terus berjalan

Apa perbedaan paling menonjol antara bekerja sebagai barista di coffee shop lain dan memiliki coffee shop sendiri?

Kalau sebagai pekerja kita hanya memikirkan area kerja kita saja. Kalau sebagai pemilik kita harus memikirkan semua, mulai hal terkecil sampai hal terbesar. Pokoknya semuanya harus dipikirkan.

perjalanan-fasya-siregar-memuisikan-kopi-tahun-2024

Bagaimana Anda melihat perkembangan industri kopi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir?

Sepertinya industri kopi sudah sangat maju dan pesat belum lagi tahun 2025 Indonesia akan menjadi tuan rumah event kopi terbesar dunia. Selain memiliki kebun kopi yang jadi sumber kopi dunia, Indonesia juga berkesempatan meningkatkan kualitas dan mutu sumber daya masyarakat untuk mengelola kopi dari hulu ke hilir.

Apa tren terbaru di dunia kopi yang menarik minat Anda?

Tren yaa. Kayak anak coffee shop yang harus skena. Eh tapi sekarang ada tren barista breakfast atau sarapannya seorang barista yaa berupa kopi bukan lontong atau nasi gurih.

Menurut Anda, apa yang membuat sebuah coffee shop bisa sukses di tengah persaingan yang ketat?

Pelayanan dan kualitas minumannya. Bagi saya pelayanan adalah hal terpenting dalam dunia F&B selain kualitas produk yang kita sajikan. Karena semua orang bisa membuat kopi yang enak atau makanan yang enak, tapi tidak semua orang mendapat pelayanan yang baik dan layak ketika makan atau ngopi di suatu tempat.

Pelayanan menjadi alasan utama orang untuk balik lagi ke kedai kopi atau tempat makan yang sifatnya nongkrong. jadi coffee shop juga harus menerapkan sistem pelayanan yang maksimal untuk pelanggan. apalagi sekarang di kota Medan sudah menjamur coffee shop yang menjual tempat estetik untuk foto Instagram atau video TikTok.

Apa yang menurut Anda paling penting dalam menentukan kualitas sebuah kopi?

Banyak hal yang perlu diperhatikan. Dari hulu ke hilir, baristanya, metode seduhnya, banyak deh!

Bagaimana Anda memilih biji kopi yang akan digunakan di coffee shop Anda?

Kalau di kedai, saya memakai biji kopi dari lokal Sumatera Utara yang hampir di setiap Kabupatennya memiliki kebun kopi.

Apa yang membedakan kopi yang Anda sajikan dengan kopi dari coffee shop lainnya?

Beda orang dan beda rasa pastinya. Pertama bedanya pasti tadi kopi yang dipakai, saya memakai biji kopi lokal dari Sumatera Utara seperti dari Sipirok, Mandailing, Dairi, Toba dan lainnya. Menu saya juga tergolong sedikit dan mengerucut kepada minuman berbahan dasar kopi. Di beberapa waktu dalam sebulan saya mengeluarkan menu yang diracik dengan kesungguhan hati hehe. Contohnya ada menu Aurora. Perpaduan kopi dengan Kombucha serta sedikit perasan lemon untuk menambah sensasi saat meminumnya.

Selain menjadi barista, apakah ada hobi atau minat lain yang Anda tekuni?

Selain jadi barista saya juga suka membaca dan menulis terutama menulis puisi, sejauh ini sudah dua buku puisi yang saya tulis. Ini membuat saya tergabung ke berbagai kegiatan literasi di kota Medan. Buku pertama saya berjudul "Rindu Datang Tapi Kau Telah Terbakar", puisi-puisi yang ada dalam buku ini kebanyakan ditulis saat sedang menyeduh kopi atau berkunjung ke kebun kopi di Sipirok, Sidamanik dan Gayo.

Kopi membuat saya fokus menulis. Bisa jadi karena di dalam kopi ada kandungan kafein yang membantu sistem kerja otak untuk lebih maksimal. Kalau buku kedua judulnya "Yang Belum Sempat Kita Bicarakan". Buku ini juga kumpulan puisi yang saya kerjakan ketika ngopi bersama pacar saya. Entah itu di tempat saya kerja, di rumah, atau di coffee shop lain. Pengalaman ngopi bersama pacar saya menjadi inspirasi buku puisi kedua ini.

Pesan apa yang ingin Anda sampaikan kepada para pecinta kopi di Indonesia?

Pesannya adalah teruslah minum kopi hingga hilang pedih perih.

Pengalaman-pengalaman bekerja yang seru dan menarik lainnya bisa Anda temukan di Rubrik Profil Loker ID