Entry Level, Tapi Kok Tuntutan Kualifikasinya Setara Expert?

Author
Ditulis olehTim Loker • Update 8 Juni 2024
Dunia Kerja

Baru-baru ini, media sosial diramaikan dengan fenomena lowongan pekerjaan yang menuntut kualifikasi setara expert untuk posisi entry level. Hal ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat, terutama para pencari kerja. Banyak yang mempertanyakan logika di balik lowongan tersebut. Bagaimana mungkin seorang pelamar dengan pengalaman minim diharapkan memiliki kemampuan setara dengan pekerja berpengalaman?

Bukan hanya terjadi sekali-dua kali. Terdapat banyak lowongan pekerjaan entry level yang mencantumkan persyaratan tidak masuk akal. Misalnya, lowongan untuk asisten marketing yang membutuhkan pengalaman 5 tahun, atau programmer junior yang dituntut mampu menguasai 10 bahasa pemrograman.

Persyaratan yang berlebihan ini tentu menyulitkan bagi para pencari kerja, terutama bagi mereka yang baru lulus kuliah atau ingin beralih karir.

Dampak Negatif bagi Pencari Kerja

Fenomena ini dapat menimbulkan beberapa dampak negatif bagi pencari kerja, antara lain:

1. Menurunkan rasa percaya diri

Pencari kerja yang merasa tidak memenuhi kualifikasi yang diminta lowongan tersebut bisa kehilangan rasa percaya diri.

2. Memperpanjang waktu pencarian kerja

Pencari kerja membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi mereka.

3. Meningkatkan stres

Pencari kerja yang terus menerus ditolak lamarannya bisa mengalami stres dan frustrasi.

Alasan di Balik Fenomena

Ada beberapa alasan mengapa fenomena ini terjadi:

1. Perusahaan ingin mencari kandidat terbaik

Perusahaan mungkin ingin mencari kandidat yang memiliki potensi tinggi untuk berkembang dan menjadi expert di masa depan.

2. Ketidakcocokan antara kurikulum pendidikan dan kebutuhan pasar kerja

Kurikulum pendidikan di Indonesia belum sepenuhnya mengikuti perkembangan kebutuhan pasar kerja, sehingga banyak lulusan yang tidak memiliki skillset yang dibutuhkan perusahaan.

3. Kurangnya pengalaman kerja

Banyak pencari kerja yang tidak memiliki pengalaman kerja yang relevan, sehingga mereka kesulitan untuk bersaing dengan kandidat lain yang lebih berpengalaman.

Untuk mengatasi fenomena ini, perusahaan perlu menyesuaikan kualifikasi yang diminta dengan tingkat pengalaman yang dibutuhkan untuk posisi entry level. Demikin juga pemerintah perlu memperbarui kurikulum pendidikan agar lebih relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Selain itu, pencari kerja perlu terus belajar dan meningkatkan skillset mereka agar lebih kompetitif di pasar kerja.