Dyah Paramita : Menyeimbangkan Kebutuhan Strategis Perusahaan dan Kepuasan Karyawan

Setuju tidak kalau disebutkan peran HR dalam saat ini sangat krusial dalam menyeimbangkan kepentingan perusahaan dan karyawan. HR tidak hanya bertindak sebagai administrator personalia, tetapi juga sebagai mitra strategis bisnis. Mereka berperan dalam merancang kebijakan yang mendukung produktivitas karyawan sambil memastikan kesejahteraan mereka.
Dalam era digital, HR memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pengalaman karyawan yang lebih personal dan efisien. Misalnya, melalui platform digital, karyawan dapat mengakses informasi perusahaan, memberikan feedback, dan bahkan mengembangkan keterampilan mereka secara mandiri. Selain itu, HR juga berperan dalam membangun budaya perusahaan yang positif dan inklusif, di mana karyawan merasa dihargai, terlibat, dan memiliki kesempatan untuk tumbuh. Kinerja HR di memenciptakan iklim perusahaan yang sehat yang mampu mendorong kinerja karyawan dan mencapai tujuan bisnis secara bersama-sama.
"Saya percaya bahwa keputusan yang baik harus berdasarkan data dan komunikasi. Dengan mengumpulkan metrics SDM seperti turnover rate dan performance review, saya berusaha untuk memastikan setiap kebijakan memberikan keuntungan bagi perusahaan dan juga mempertimbangkan kesejahteraan karyawan," demikian penuturan Dyah Retno Paramita R yang saat ini berprofesi sebagai Senior Human Resources & General Affairs di sebuah perusahaan yang bergerak di beberapa lini industri, beberapa diantaranya adalah pendidikan dan pengurusan visa.
Ada banyak hal yang Loker ID obrolkan dengan Dyah, bukan hanya soal menyeimbangkan kepentingan perusahaan dan karyawan melainkan juga update jobdesk dan perkembangan terkini dinamika dunia perekrutan. Buat Anda yang ingin tahu seluk-beluk dunia perekrutan, seperti apatugas dan tanggung jawab sebagai HR, langsung baca obrolan kami di sini ya!
Boleh diceritakan tentang jobdesk Anda sebagai Senior Human Resources & General Affairs?
Sebagai Senior HRGA di perusahaan saat ini, saya bertanggung jawab untuk memimpin tim HRGA serta mengelola seluruh aktivitas HRGA, seperti mengelola dan mengembangkan SDM, proses rekrutmen, memastikan HR memiliki sistem yang efektif dan efisien, pengelolaan lingkungan kerja dan fasilitas karyawan.
Apa bagian yang paling menantang dari peran Anda?
Bagian paling menantang adalah menyeimbangkan kebutuhan strategis perusahaan dan kepuasan karyawan, terutama dalam pengambilan keputusan strategis yang melibatkan performance management, conflict resolution, dan kompensasi. Selain itu memastikan kepatuhan terhadap peraturan ketenagakerjaan yang terus berkembang juga menjadi tantangan.
Sebagai contoh : perlunya menjaga kepatuhan terhadap peraturan ketenagakerjaan yang terus berubah juga memerlukan perhatian ekstra, terutama jika bekerja dengan tenaga kerja asing dan proses KITAS.
Bagaimana Anda menyeimbangkan antara kepentingan perusahaan dan karyawan dalam mengambil keputusan terkait sumber daya manusia?
Saya percaya bahwa keputusan yang baik harus berdasarkan data dan komunikasi. Dengan mengumpulkan metrics SDM seperti turnover rate dan performance review, saya berusaha untuk memastikan setiap kebijakan memberikan keuntungan bagi perusahaan dan juga mempertimbangkan kesejahteraan karyawan. Komunikasi yang terbuka dan transparan juga menjadi kunci untuk menciptakan keseimbangan ini, sehingga saya selalu berusaha memastikan tim HR adalah tim yang terbuka serta mau menerima dan mendengarkan setiap karyawan.

Bagaimana Anda melihat peran HR dalam mendukung pencapaian tujuan bisnis perusahaan?
HR berperan sebagai strategic partner yang memastikan karyawan memiliki keterampilan, motivasi, dan dukungan yang diperlukan untuk mencapai target bisnis perusahaan. Dengan mengelola pengembangan karyawan, sistem rekrutmen yang efektif, dan menciptakan budaya kerja yang positif, saya percaya HR punya andil untuk membantu menciptakan lingkungan produktif dan berorientasi pada hasil. Pada akhirnya, tujuan bisnis perusahaan pun bisa tercapai.
Bisakah Anda berbagi pengalaman Anda dalam mengimplementasikan program pengembangan karyawan?
Salah satu yang dapat dilakukan, berdasarkan yang pernah saya alami, adalah dengan membuat program training. Pada dasarnya kita dapat mengidentifikasi kebutuhan training berdasarkan analisis kinerja dan masukan dari tim. Salah satu program yang pernah saya dan tim koordinasikan adalah training untuk meningkatkan keterampilan teknis dan manajerial karyawan. Program ini berhasil meningkatkan produktivitas dan kepuasan kerja karyawan, sehingga bisa dipertimbangkan untuk diadakan secara rutin dalam beberapa periode tertentu.
Apa pengalaman Anda dalam merekrut dan menyeleksi karyawan, terutama dalam menghadapi tantangan pasar kerja saat ini?
Sejak pertama kali mulai bekerja, saya diberikan tanggung jawab untuk merekrut. Hingga saat ini saya pernah merekrut untuk berbagai posisi, mulai dari teknis hingga manajerial, dari berbagai sektor industri. Saya mengandalkan teknologi dan social media untuk sourcing kandidat dan talent pipelining, serta tetap berusaha menjaga komunikasi yang efektif dengan hiring managers. Dalam menghadapi pasar kerja yang kompetitif, saya mengoptimalkan employer branding melalui media sosial dan website perusahaan, yang meningkatkan jumlah pelamar berkualitas hingga 30%. Saya juga berusaha mengembangkan hubungan baik dengan kandidat potensial melalui proses rekrutmen yang transparan dan humanis, memastikan bahwa pengalaman mereka positif meskipun tidak diterima untuk melanjutkan proses rekrutmen.
Strategi tersebut dapat membantu membangun reputasi perusahaan sebagai tempat kerja yang menarik, khususnya yang saya alami sendiri sewaktu saya pindah perusahaan dan lokasi kerja dari Jakarta ke Bali. Beda lokasi, tentu saja beda kondisi pasar kerjanya. Dengan tetap memperhatikan employer branding dan menjaga relasi seperti penjelasan di atas, reputasi perusahaan akan semakin dikenal, dan tentu saja menarik lebih banyak kandidat-kandidat berkualitas untuk apply dan dapat diproses rekrutmen.

Keterampilan apa yang menurut Anda paling penting bagi seorang Senior Human Resources & General Affairs?
Menurut saya, keterampilan yang paling penting adalah kepemimpinan, komunikasi, problem solving, data analysis, dan pengetahuan mendalam tentang peraturan ketenagakerjaan. Selain itu, kemampuan membangun hubungan interpersonal yang baik juga sangat penting.
Bagaimana menurut Anda dinamika dunia HR telah berubah dalam beberapa tahun terakhir?
Selama lebih dari 5 tahun saya bekerja, saya rasa dunia HR telah berubah dengan semakin besarnya peran teknologi, seperti penggunaan sistem HRIS dan platform rekrutmen online. Selain itu, tren seperti hybrid working dan employee well-being saat ini menjadi fokus utama. Berdasarkan pengalaman saya sejauh ini, saya melihat bahwa perusahaan yang mampu beradaptasi dengan mengimplementasikan kebijakan kerja fleksibel dapat meningkatkan engagement dan retensi karyawan.
Strategi apa yang Anda gunakan untuk meningkatkan engagement karyawan dan menciptakan budaya perusahaan yang positif?
Saya belajar dari atasan-atasan saya sebelumnya untuk mengutamakan komunikasi terbuka dan pengakuan atas kontribusi karyawan. Selain itu, saya berusaha mengimplementasikan program kegiatan yang mendorong kolaborasi karyawan, seperti gathering dan workshop internal. Budaya kerja positif diciptakan dengan memastikan nilai-nilai perusahaan diimplementasikan dalam aktivitas sehari-hari.
Bagaimana Anda mengukur keberhasilan program HR dalam meningkatkan branding image perusahaan?
Saya menggunakan metrics seperti employee retention rate, feedback dari engagement survey, serta jumlah kandidat potensial yang melamar ke perusahaan melalui platforms seperti LinkedIn dan website perusahaan. Selain itu, saya memantau peningkatan keterlibatan karyawan dalam aktivitas perusahaan sebagai indikator keberhasilan.
Yuk, baca terus Rubrik Profil Loker ID untuk mendapatkan update seputar perjalanan karier dan rahasia sukses berkarier para expert!