Dodo Harahap: Menjadi Voice Over Talent Bukan Hanya Modal Suara Bagus

Karena menjadi Voice Over Talent juga tentang bernegosiasi dengan kebutuhan klien. Menurunkan ego dan karena sekarang zaman digital, adaptasi cepat dengan kebutuhan klien dan zaman juga diperlukan. Inilah salah satu highlight dari obrolan Loker ID bersama Dodo Harahap, seorang Voice Over Talent yang sudah mendalami profesi ini selama lebih dari 18 tahun.
Dodo sudah melewati era Voice Over konvensional--mendatangi studio langsung, sampai sekarang ini mengirim contoh suara lewat voice note WhatsApp. Zaman sekarang memang serba canggih, memudahkan, dan tentunya dengan kemudahan yang ada, persaingan juga semakin jelas. Meski begitu, Dodo tetap meyakini, pengalaman enggak akan bohong. Pengalaman, pembelajaran, dan adaptasi akan membawa kita tetap terpakai di mana pun kita berada. Anda setuju?
Apa yang membuat Anda tertarik untuk menjadi voice over talent?
Pertanyaan pembuka yang bagus hahaha. Yang membuat saya tertarik sebagai Voice Over Talent adalah karena pekerjaan ini abstrak dan menggunakan rasa. Bisa dibilang profesi ini unik dan ternyata sangat menghasilkan. Kebetulan ini berkaitan dengan kuliah saya waktu itu, advertising.
Bagaimana Anda memulai karier di bidang ini? Apakah ada pelatihan khusus yang Anda ikuti?
Apa tantangan terbesar yang Anda hadapi saat memulai karier sebagai voice over talent?

Apa perbedaan paling mencolok antara menjadi voice over talent 10 tahun lalu dengan sekarang?
Perbedaan yang paling terasa adalah teknologi. 10 tahun lalu saya masih harus datang ke audio post (studio untuk pembuatan iklan dan jingle), saya harus ketok pintu ke audio post yang ada di Jakarta. Atau bareng dengan senior saya di radio yang sedang dapet job VO lalu saya voice bank. Voice Bank adalah istilah untuk merekam sample suara di studio tersebut. Nanti ketika ada klien yang membutuhkan jenis suara seperti saya akan dipresentasikan oleh audio post. Kalau sekarang, semua bisa dilakukan rekam melalui voice note dan kirim lewat WA hahaha… jujur simple tetapi untuk klien sendiri akan lebih mudah mencari VO talent sesuai kebutuhan. Namun ada hal lain yang tidak tersaring yaitu apakah sudah berpengalaman atau belum. Ya tidak apa-apa namanya juga perkembangan era. Oh ya satu lagi kalau 10 tahun lalu script iklan sangatlah rahasia, tidak boleh tersebar karena banyak audio post dan agency yang juga pitching oleh klien utama. Kalau sekarang, share aja lewat WA dan tinggal tergantung Voice Over talent itu profesional atau tidak untuk menjaga kerahasiaan.
Bagaimana perkembangan teknologi telah mempengaruhi pekerjaan Anda sebagai voice over talent?
Sangat berkembang sekali. Sekarang bisa melakukan briefing dan meeting melalui online. Untuk take voice juga beberapa klien ada yang bisa lewat home studio. Tetapi untuk TVC saya lebih suka lewat audio post. Saya datang dan bertemu dengan agency dan klien. Karena menurut saya, bertemu secara fisik masih sangat saya butuhkan untuk networking dan human touch akan membuat sebuah pekerjaan lebih efektif dan efisien. Selain itu beberapa klien dari beda negara juga bisa menghubungi saya, itu semua karena perkembangan teknologi.

Permintaan pasar untuk voice over seperti apa yang paling banyak berubah selama bertahun-tahun?
Secara general masih sama. Saya memang menentukan jalur Voice Over untuk iklan, dan company profile. Karena banyak sekali bidang pekerjaannya. Dubber, VO untuk acara TV, VO event. Kalau saya kebetulan anginnya membawa ke arah iklan, company profile dan event. Mungkin karena basic-nya dari radio, jadi kadang decision maker di agency atau klien juga tahu saya dari radio. Untuk yang paling terlihat berubah adalah untuk saat ini sudah sangat jarang bahkan tidak ada untuk Voice Over Talent iklan radio. Tergantikan untuk tayang di music streaming platform.
Menurut Anda, apa saja talenta dan keterampilan yang paling penting untuk menjadi seorang voice over talent yang profesional?
Kalau berbicara talenta, sudah pasti kemampuan membaca cepat, teknik pernapasan, artikulasi, penjiwaan, dan insting untuk membaca briefing klien harus dimiliki. Karena modal suara saja tidak cukup kalau ternyata ketika di lapangan tidak bisa memenuhi ekspektasi klien. Dan karena profesi Voice Over ini adalah jasa, kemampuan untuk bernegosiasi sangatlah penting. Bukan berarti hanya negosiasi harga tetapi negosiasi terhadap ego diri dan kebutuhan klien. Saya yakin masih banyak yang menganggap kerja sebagai Voice Over Talent itu 5 menit rekaman selesai. Jelas tidak seperti itu, kita harus bernegosiasi waktu juga untuk menunggu approval dari klien utama.
Bagaimana Anda melihat perkembangan profesi voice over di Indonesia saat ini?
Perkembangannya sangat besar. Sudah ada komunitas yang bermunculan, dan klien juga bisa memilih banyak Voice Over. Ini yang akan membuat industri semakin hidup.
Apa saja peluang dan tantangan yang dihadapi oleh voice over talent di Indonesia?
Peluang pasti sangat besar jika tahu bagaimana masuk ke industrinya, tantangan terbesarnya adalah apakah kami sebagai Voice Over Talent bisa adaptasi dengan perubahan tempo gerak yang sangat cepat dan kadang juga mendadak.

Apa saran Anda untuk orang-orang yang ingin memulai karier sebagai voice over talent? Keterampilan apa yang sebaiknya mereka pelajari terlebih dahulu?
Keterampilan dasar seperti membaca cepat, artikulasi dan pernapasan lalu penekanan itu modal utama. Berjalannya waktu pasti akan bisa beradaptasi dengan apa yang terjadi di lapangan.
Boleh share tips cara membangun portofolio yang kuat?
Untuk saat ini walaupun sudah digital menurut saya selain menggunakan media sosial, mengirimkan voice reel ke audio post juga masih sangat berfungsi.
Cerita inspiratif dari profesional yang sudah berpengalaman di bidangnya bisa Anda baca di Rubrik Profil Loker ID!