Dunia Kerja

Ciri-ciri Bos yang Terlalu “Berdedikasi”

speaker-boringBos yang terlalu berdedikasi ternyata bisa menganggu kenyamanan para karyawannya. Apakah Anda pernah merasakan hal yang demikian? Atasan terlalu straight dengan tugas dan tanggung-jawab yang diembannya akhirnya Anda sendiri yang terkena imbas kerepotannya.

Mungkin Anda kurang menyadarainya, menutup mata, atau malah merasa itu sudah menjadi tanggung-jawab Anda sehingga menerima semua apa yang diberikan atasan untuk dikerjakan.

  1. Meminta Anda Datang Lebih Cepat

Perusahaan memiliki aturan jam kerja karyawan, nah atasan punya aturannya sendiri. Dia terkadang meminta Anda datang sebelum jam yang ditetapkan perusahaan. Selidik punya selidik ternyata itu dilakukannya karena dia ingin Anda menyelesaikan tugas Anda lebih cepat karena dia bakal cuti.

  1. Mengerjakan Tugasnya

Tugas yang seharusnya dikerjakan oleh atasan dimintanya untuk Anda yang kerjakan. Alasannya dia sedang menyelesaikan tugas yang lain dan Anda diminta untuk melakukannya supaya dapat dituntaskan tepat waktu.

  1. Menghemat Kebutuhan Kantor

Apakah atasan Anda termasuk orang yang sangat perhatian pada bujet pengeluaran kantor? Alasannya sih efisiensi pengeluaran, supaya kantor jangan menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak perlu. Sehingga apa yang perlu dipangkas, dipotong sebagaimana mestinya. Jangan terlalu positif memandang atasan, bisa jadi itu dilakukannya karena ada penilaian dari perusahaan mengenai bagaimana para kepala divisi mengelola bujet yang sudah diberikan.

  1. Menampung Pujian

Atasan selalu “menampung” pujian yang diberikan perusahaan atas kerja tim kalian sendiri. Seolah-olah ini semua hasil kerjanya. Padahal atasan hanya mengambil bagian kecil dari penugasan tersebut tapi atasan membuat seolah-olah dia terlibat khusus dalam proyek tersebut.

  1. Patuh Pada Aturan Kantor

Atasan sering meminta Anda dan para karyawan untuk mematuhi semua aturan kantor dengan baik dan benar. Kelihatannya atasan sangat berdedikasi dan menjalankan tugas dan tanggung-jawabnya dengan sangat baik padahal atasan melakukan hal demikian untuk amannya juga. Kalau bawahannya bermasalah atasan juga yang ditegur bukan?

Jangan terlalu memandang atasan dari sisi hitam dan putih. Bagaimanapun tidak ada yang benar-benar baik di kantor, semua dilakukan demi azaz kepentingan.