Cerita Reddy Suzayzt Pindah Jalur dari Editor Tulisan ke Chiropractor

Author
Ditulis olehTim Loker • Update 4 November 2024
Rubrik Profil

pengalaman-reddy-sebagai-chiropractor-tahun-2024

Buat Reddy Suzayzt, bekerja sebagai chiropractor memiliki kesamaan dengan profesi sebelumnya sebagai penulis dan editor; sama-sama memperbaiki dan merevisi. Hanya saja, medianya saja yang berbeda. Sebagai editor/penulis, alumni Universitas Negeri Yogyakarta ini bergelut dengan bentuk tulisan, kalimat, merevisi struktur kata dan tata bahasa. Nah, sebagai chiropractor, tugas Reddy memperbaiki sendi, otot, dan tulang belakang. Menarik kan?

Meski mengaku masih mencintai dunia kepenulisan, namun untuk saat ini, fokusnya adalah ber-chiropractic. Seperti apa perjalanan Reddy pindah jalur dari menulis ke dunia terapis? Yuk, baca ceritanya di sini!

Boleh diceritakan bagaimana pengalaman kepenulisan dan apa yang dikangenin dari menulis?

Saya mulai belajar menulis itu kira-kira waktu masih semester 4. Awal senang menulis tentunya karena berawal dari kegemaran saya membaca buku. Dan yang pertama kali membukakan "jendela" saya adalah buku Pramoedya A. Toer, Sekali Peristiwa di Banten Selatan.  Sobat saya, Irwan Apriansyah (dia juga penulis/penyair), yang menyodorkan buku itu. "Baca, Red. Kau akan menemukan suatu hal dari novel ini." Kira-kira begitulah redaksinya, haha.

Semangat menulis juga karena dipantik teman-teman selingkaran. Selain Irwan, ada Rozi Kembara, Eko Triono, Bang Koto (Indrian Koto), Mbak Sukma (Mutia Sukma), Mbak Ira (Komang Ira Puspitaningsih), Budi Ipank Pamungkas (editor Shiramedia yang kondang itu), Dhafi, Thoriq Aufar, dan beberapa kawan lain.

Jadi, saat itu kawan-kawan masih sering mengadakan bedah karya. Seminggu sekali "menguliti" karya masing-masing secara bergilir. Entah itu puisi, cerpen, atau esai.

Saya dan kawan-kawan saat itu juga sering ikut lomba penulisan. Mereka punya bakat bagus ternyata. Semangatnya juga saya copy paste. Dari mereka saya dapat referensi buku bacaan yang bagus dan direkomendasikan. Beruntungnya, saya pernah dikasih jatah dapat juara penulisan cerpen dan puisi beberapa kali. Sisanya saya cuma nulis di media massa (saat itu koran) dan website sastra.

Menulis bagi saya menjadi proses yang menarik. Terlebih ketika sudah memasuki tahap yang mengalir, rasanya seperti meditasi. Kadang tulisan saya melahirkan alur sendiri tanpa sesuai rencana. Ide-ide alternatif bisa hadir sewaktu menulis. Saat ini, saya sedang menghimpun lagi energi kreatif untuk kembali nulis. Meskipun entah kapan, ya. Haha.

Kemudian apa yang menjadi alasan utama Anda memutuskan untuk beralih dari dunia kepenulisan ke bidang kesehatan, khususnya chiropractic? (Apakah ada pengalaman pribadi, minat yang lebih mendalam, atau faktor lain yang memicu peralihan ini?)

Sebenarnya bukan beralih, saya masih punya minat untuk menulis. Namun, untuk saat ini belum memulai penulisan kreatif lagi. Adapun untuk kegiatan terapi/pengobatan, sebenarnya sudah sejak lama saya tekuni. Hanya saja sejak pandemi, saya diberi kesempatan untuk mendalami teknik chiropractic/terapi sendi dan tulang belakang. Minat saya di bidang pengobatan juga bisa dikatakan karena faktor keturunan, sebab kakek-nenek dan leluhur saya juga terkenal sebagai penyembuh.

Bagaimana keluarga dan teman-teman Anda merespons keputusan Anda untuk beralih karier yang cukup drastis ini?

Respons mereka baik-baik saja hehehe...bahkan menyambut baik, karena saya malah sering diminta mereka buat nerapi.

Bagaimana proses Anda mendapatkan sertifikasi chiropractic? Boleh diceritakan dimana dan seperti apa proses pelatihan yang dilakukan sampai akhirnya mendapatkan sertifikat?

Saya belajar terapi ini di Rumah Sehat Toms Hepi, Gamping, Sleman. Saat itu owner membuka kelas, dan saya mendaftarkan diri. Saat itu ada 5 orang yang seangkatan saya. Proses belajar dilakukan selama 6 bulan (teori dan praktik). Owner atau trainer juga menentukan standar kelulusan. Kami diwajibkan presentasi makalah dan harus nerapi 100 kali, setelah itu ujian terakhir menerapi guru besar.

pengalaman-alih-karier-reddy-tahun-2024

Adakah mata pelajaran atau keterampilan yang paling menantang selama proses belajar chiropractic? Boleh diceritakan kesulitannya seperti apa?

Proses belajar ini menurut saya sepenuhnya menantang dan tidak mudah. Karena yang dihadapi adalah tubuh manusia. Meskipun teknik-tekniknya terlihat sederhana, tetapi ternyata sewaktu praktik tidak semudah yang dibayangkan. Tapi selama 6 bulan, trainer selalu memberikan pendampingan sampai kami menguasai teknik terapi.

Bagaimana Anda menyeimbangkan antara tanggung jawab sebagai penulis/editor dengan kegiatan belajar chiropractic? 

Kalau disebut menyeimbangkan, saya masih malu ya, hahaha, sebab sampai saat ini saya merasa kangen juga buat menulis kreatif lagi. Waktu saya lebih sering digunakan untuk nerapi. Apalagi saya masih menerapkan layanan panggilan/homecare. Ke depannya saya akan mengupayakan bagaimana meluangkan waktu untuk kembali menulis kreatif.

Tantangan apa yang paling Anda hadapi saat pertama kali memulai praktik sebagai chiropractor?  Bagaimana Anda mengatasi tantangan-tantangan tersebut?

Tantangan yang paling besar di awal adalah menghadapi keraguan. Sebab, waktu terjun langsung ke masyarakat, saya mendapatkan banyak masalah/keluhan yang beragam bahkan anomali. Belum lagi bertemu dengan klien-klien yang "di luar nalar"  misalnya klien yang meminta layanan ++, tidak hanya perempuan, bahkan laki-laki. Saat menghadapi hal tersebut, sebisa mungkin saya terapkan strategi yang aman. Kontrol emosi dan cara menolak yang tidak menyinggung menjadi hal yang perlu dikuasai.

Apa pelajaran paling berharga yang Anda dapatkan selama perjalanan karier Anda, baik sebagai penulis/editor maupun sebagai chiropractor?

Apa ya, saya banyak mendapatkan insight positif justru saat saya nerapi. Banyak juga klien-klien yg diskusi dengan saya tentang banyak hal; tentang pandangan hidup dll.

Bagaimana Anda mendapatkan klien pertama Anda sebagai chiropractor?

Klien pertama saya justru teman-teman dan saudara saya. Dari mereka, selanjutnya datang orang-orang lain (teman mereka) yang minta terapi.

Kisah menarik apa yang pernah Anda alami selama berinteraksi dengan klien?

Wah, sepertinya banyaaaak!!! Mulai dari kisah berbahaya, abnormal, supranatural, dan lain-lain hehehe...

Bagaimana Anda melihat perbedaan antara bekerja sebagai penulis/editor dan sebagai chiropractor dalam hal interaksi dengan orang lain?

Ada benang merah yang menyambungkan dua profesi tsb, sebenarnya, yaitu interaksi. Tapi saya lebih merasakan interaksi yg berbeda ketika saya terjun sebagai terapis. Karena saat nerapi, rasa simpati dan empati saya lebih aktif.

pengalaman-chiropractic-eddy-tahun-2024

Apakah ada keterampilan yang Anda peroleh sebagai penulis/editor yang berguna dalam praktik chiropractic Anda?

Ada, dalam hal retorika. Saya lebih interaktif dalam komunikasi, kebiasaan membaca sebelum terjun sebagai terapis berguna juga dalam membaca orang lain.

Bagaimana Anda menggabungkan perspektif holistik dari chiropractic dengan keterampilan analisis yang Anda miliki sebagai penulis/editor?

Jika sebelumnya saya mereposisi kata atau kalimat yang tidak pada tempatnya, sebagai terapis saya juga harus membaca tubuh, persendian, tulang belakang, dan sumbatan-sumbatan energi dalam diri mereka. Bukankah dalam hal ini saya sama-sama menganalisis? Hehehe..

Apa tujuan jangka panjang Anda sebagai seorang chiropractor?

Bagi pribadi saya, saya tidak menafikan tujuan finansial. Bahkan saya tidak malu mengatakan jika itu tujuan nomor satu. Selanjutnya barulah tujuan sosial, membantu orang lain. Tapi saya punya cita-cita sih, jika sudah tidak punya tanggungan finansial/cukup, saya mau membantu orang tanpa menetapkan tarif/suka-suka.

Apa pesan yang ingin Anda sampaikan kepada orang-orang yang ingin beralih karier atau memulai bisnis di bidang kesehatan?

Sebaiknya tidak usah. Untuk bidang yang satu ini (kesehatan), tidak semua orang bisa melakukan. Menurut saya ini terkait dengan cetak biru dalam diri manusia. Jika memang hanya ingin mencapai keuntungan finansial, lebih baik berdagang.

Oia, adakah rencana untuk menuliskan pengalaman sebagai chiropractor atau terapis ini dalam sebuah tulisan atau buku?

Tentu ada. Semoga saya bisa memulainya, ya. Sepertinya saya harus kembali melatih kuda-kuda dan jurus-jurus yang pernah saya mainkan dulu hohoho...

Itu tadi pengalaman switch karier Reddy. Yuk, baca pengalaman karier dari expert lainnya di Rubrik Profil Loker ID!