Wawancara Kerja

Cara Menyentuh Hati Pewawancara

wawancaraUntuk sukses dalam wawancara tidak hanya dibutuhkan CV yang memikat atupun nilai akademis yang mumpuni. Anda juga tidak bisa melewatkan nilai empati, karena disadari atau tidak sentuhan empati mensukseskan wawancara Anda.

Setiap orang pasti punya rasa empati—setidaknya simpati, demikian juga si pewawancara. Seharusnya poin ini bisa Anda pergunakan untuk sedikit-banyak memuluskan langkah Anda diterima di perusahaannya. Bagaimana caranya?

  1. Human Interest

Anda bisa memulai dengan saat si pewawancara menanyakan tentang keluarga. Cerita-cerita menarik seputar keluarga selalu bisa merebut hati pewawancara. Apakah tentang kedekatan Anda dengan saudara, pengalaman Anda menjaga orangtua yang sakit atau masa-masa perjuangan orangtua membesarkan Anda di tengah himpitan ekonomi.

  1. Perempuan

Jika pewawancara Anda adalah perempuan, biasanya lebih mudah disentuh dengan cerita-cerita yang demikian. Apalagi jika pewawancara tersebut usianya sudah matang akan lebih mudah terpikat dan memberikan empati terhadap pengalaman-pengalaman demikian. Namun jangan juga terlalu melebihkan cerita, sampaikan saja apa adanya.

  1. Hobi

Cerita tentang hobi ataupun kesenangan yang Anda lakukan di luar pekerjaan akan memberikan daya tarik tersendiri bagi pewawancara. Syukur-syukur ternyata hobi Anda tersebut sama dengannya, pastinya bakal menjadi obrolan seru saat wawancara. Dan tanpa Anda ketahui Anda sudah berhasil merebut hati pewawancara.

  1. Informasi Terbaru

Terkadang unsur kesamaan membuat jalannya percakapan menjadi lebih mengalir, santai dan tidak ada beban. Ini terjadi karena kedua belah pihak sama-sama menguasai tema. Up date informasi terbaru seputar nasional dan internasional akan membantu Anda dalam wawancara. Tak jarang pewawancara memunculkan tema di luar konteks pekerjaan. Hal-hal umum yang sekiranya Anda ketahui. Dan ternyata bila memang Anda tahu tentang hal tersebut, bisa menjadi nilai plus buat Anda di matanya. 

  1. Selipkan Antusias

Anda harus bisa menyelipkan rasa antusias dan bangga Anda jika bisa berhasil masuk ke perusahaan tersebut. Utarakan juga pendapat positif Anda mengenai perusahaan yang membuat Anda semangat untuk diterima di sana.