Dunia Kerja

Cara Menegur Atasan

tegurAtasan juga manusia biasa, sah-sah saja jika melakukan kesalahan. Masalahnya adalah banyak karyawan yang segan untuk menegur atasan dengan bermacam-macam alasan. Seperti segan ataupun alasan klise dimana takut kalau atasan balik marah dan malah menjadikan Anda bulan-bulananya.

Sebenarnya kalau atasan berjiwa besar dan tidak arogan pasti maklum dan justru berterima-kasih karena Anda mau menegurnya, sehingga kesalahan yang sama ataupun menghindari kesalahan yang lebih besar terjadi. Anda sangat bisa menegur atasan tentu saja dengan cara yang bijak, sopan bukan secara sengaja dilakukan untuk mempermalukannya.

  1. Jangan di Depan Umum

Sejatinya jangan dilakukan di depan umum. Jika Anda melakukannya di depan umum, sama saja Anda sengaja mencari masalah dan bisa jadi atasan kehilangan muka di depan public. Lakukan ketika tidak ada orang lain, kalau perlu Anda lakukan secara empat mata, sehingga tidak ada “saksi” yang melihat kesalahan atasan tersebut.

  1. Sambil Lalu

Lakukan seolah-olah itu adalah peristiwa biasa, lakukan seolah-olah Anda mengatakan ada cabai di giginya—padahal kesalahan tersebut termasuk urgent. Dengan memberitahunya dengan cara heboh hanya akan memperkeruh suasana dan membuat atasan serba salah dan panik. Sebaiknya cara ini Anda lakukan sembari menenangkan atasan kalau ada solusinya.

  1. Katakan Dengan Bijak

Sejatinya jadilah karyawan yang bijak saat menegur atasan. Cara Anda menyampaikan sesuatu bisa menunjukkan seberapa profesional Anda. Jangan menggunakan kalimat yang menyudutkan dan menyalahkan seolah-olah Anda senang karena mengetahui atasan tersebut juga bisa melakukan kesalahan.

  1. Berani

Anda harus memiliki keberanian dan ketegasan saat menegur atasan. Karena bisa jadi atasan terlalu arogan untuk mengakui kesalahannya bahkan bukan tak mungkin menyangkal dan menjadikan Anda kambing hitam atas kesalahan tersebut.

Kalau Anda memang benar katakan saja apadanya. Toh, kalau Anda simpan sendiri bisa jadi kesalahan tersebut makin gawat dan dapat merugikan secara lebih luas. Lebih baik menghindari kemungkinan terburuk, bukan?

  1. Sopan

Walaupun pada akhirnya teguran Anda tidak mendapat respon yang positif, bisa jadi itu dikarenakan atasan malu. Jadi tetaplah bersikap sopan dan anggap saja itu sesuatu hal yang biasa. Tidak perlu juga Anda jadikan hal ini sebagai lelucon di antara karyawan. Sikap Anda menanggapi kesalahan atasan akan menjadi nilai lebih di matanya.