Zona HR

Buat HRD, Jangan Terkecoh dengan 4 Hal Ini

hrd-skillMenjadi HRD adalah pekerjaan yang gampang-gampang susah. Andalah pintu yang menentukan apakah perusahaan menerima karyawan yang baik atau tidak. Maka dari itu, sebagai wakil dari perusahaan Anda perlu menerapkan system penyaringan yang baik agar jangan salah memilih.

Ada beberapa hal yang seringkali terluput dari mata HRD. Berikut beberapa hal yang harus menjadi catatan penting buat Anda agar jangan sampai terkecoh merekrut karyawan.

  1. Psikotes Bukan Segalanya

Hasil psikotes bukan harga mati dalam menilai karyawan apakah dia memiliki attitude yang positifi untuk mendukung perusahaan, biasa diajak bekerja sama atau tidak. Seringkali seorang calon karyawan tidak bisa menyelesaikan soal-soal psikotesnya disebabkan beberapa hal. Misalnya, kondisi kesehatannya yang kurang prima, hal-hal yang bisa saja terjadi menjelang keberangkatannya ke lokasi tes dan lain-lain.

Pun, sekarang dengan kecanggihan teknologi rekam psikis seseorang bisa didesain sedemikian rupa lewat pengetahuan internet. Misalnya, ada banyak tip mengerjakan soal psikotes, bagaimana cara mendapatkan nilai psikotes yang baik. Sesungguhnya ketika seseorang mengikuti tip tersebut dia tidak sedang menjadi dirinya sendiri.

 

  1. Penampilan Rupawan

Sebagai manusia biasa, siapa yang tidak suka melihat yang cantik dan tampan. Namun, jangan sampai kerupawanan fisik menjadikan Anda sebagai sosok yang subjektif. Ketika Anda menjadi subjektif, Anda tidak bisa lagi menilai apakah calon karyawan tersebut memang berpotensi atau tidak.

 

  1. Kecakapan Menjawab

Bagaimanapun komunikasi yang baik adalah kunci apakah dia adalah tipe karyawan yang bisa bekerja sama dengan tim atau tidak. Jawaban-jawaban yang membumi, masuk akal dan bukan sesuatu yang ingin menekankan kalau dia adalah calon terbaik adalah hal yang harus Anda pertimbangkan dari seorang karyawan. Ini adalah sosok yang Anda cari, bukannya seseorang yang memberikan janji muluk di depan dan kepastian-kepastian yang belum ada buktinya.

 

  1. Relasi

Punya relasi ataupun daftar referensi beken bukan jaminan orang tersebut juga memiliki kualifikasi yang baik. Kroscek terlebih dahulu hubungan seperti apa yang dimiliki calon karyawan tersebut dengan orang-orang yang mereferensikannya. Apakah pernah bermitra dalam pekerjaan atau hanya hal biasa yang tidak ada hubungannya dengan karier. (T. Alur)