Bagas Pribadi : Mengeksplorasi Ide-Ide Liar di Taman Bermain Vindes Corp

Bisa ceritakan sedikit tentang perjalanan karier Anda di Vindes? Bagaimana Anda pertama kali bergabung dan apa yang membuat Anda tertarik dengan perusahaan ini?
Gue gabung di Vindes tahun 2022, dan momen masuknya tuh nggak akan pernah gue lupa H-1 event Tepok Bulu 2022! Seru banget karena langsung disambut kesibukan yang bikin adrenaline naik. Awalnya, gue masuk sebagai merchandiser, terus di 2023 gue pindah ke marketing communication. Nah, di 2024 sampai sekarang, gue fokus di product marketing. Jadi perjalanan gue ini kayak naik wahana, tapi gue nikmatin banget tiap belokannya.
Kalau ditanya apa yang bikin gue tertarik, simpel sih: gue pengen kerja bareng seniman-seniman hebat. Apalagi Vindes tuh identik banget sama ide-ide yang out of the box, selalu ada sesuatu yang nggak biasa dan nggak terduga. Gue rasa itu yang bikin gue ngerasa "klik" di sini. Vindes itu kayak taman bermain buat ide-ide liar yang akhirnya jadi nyata. Dan gue seneng bisa jadi bagian dari perjalanan ini.
Apa yang menjadi tanggung jawab utama Anda sebagai product marketing di Vindes? Bisa jelaskan secara singkat tentang proyek-proyek yang pernah Anda kerjakan?
Product marketing itu ibarat jadi "jembatan" antara produk dan audiens. kami nggak cuma mikirin gimana produk diluncurkan, tapi juga gimana produk itu bisa nyambung sama kebutuhan dan keinginan market kami.
Wah, kalau soal project, hampir semua yang berhubungan sama Vindes Sport gue ikut terlibat, terutama di bagian merchandise, konsep store offline, dan activity-nya. Dari Tepok Bulu 2022 yang jadi awal gue gabung, sampai yang terakhir di event Bahkan Voli, gue selalu ikut ngegarap ide-ide seru di balik layar.
Terus ada "Vindes Tour 4 Kota", ini juga salah satu highlight yang nggak akan gue lupa. Bayangin, keliling bawa vibes Vindes ke empat kota, sambil bikin merchandise yang nggak cuma dijual, tapi juga bisa jadi pengalaman tersendiri buat customer.
Puncaknya di akhir tahun 2024, kami bikin event mini soccer yang namanya SiBolGa (Siap Bobol Gawang). Ini fun match yang nge-blur batas antara customer sama komunitas, semua main bareng, seru-seruan di lapangan. Buat gue, SiBolGa itu bukan cuma soal sepak bola, tapi soal mendekatkan Vindes ke audiens dengan cara yang beda.
Setiap project tuh rasanya kayak punya anak baru, prosesnya penuh tantangan, tapi hasilnya bikin bangga banget. Dan yang paling seru, gue nggak pernah ngerasa ini kerja sendirian. Di Vindes, kolaborasi itu selalu jadi kunci.
Bagaimana biasanya rutinitas sehari-hari Anda sebagai product marketer di Vindes? Apa saja tantangan dan keseruan yang sering Anda hadapi?
Rutinitas gue sebagai Product Marketing itu sebenarnya kayak campuran antara kreatif, strategis, dan sedikit detektif juga, sih. Tiap harinya beda-beda, tapi biasanya gue itu merhatiin data-data pergerakan produk dll, trus juga meeting lintas tim, brainstrom konsep kreatif, kalau lagi ada event gue eksperimen di lapangan terus yang wajib ada adalah belajar sama improvisasi sih.
Kalau tantangannya sih lebih ke ngobrol sama semua pihak tanpa bikin drama, kadang ada aja kan beda persepsi antara ide kretif dengan yang customer mau. Terus juga ngikutin tren pasar yg super cepet berubah.
Kalau keseruannya itu hmmm ide ide liar yang bisa jadi nyata sih keren banget itu. Trus gue suka banget berinteraksi sama customer, buat dapet insight dari customer kita. Lebih serunya lagi kalo disini bisa eksplore tanpa batas dan bisa seliar mungkin, tapi harus masih on the track yaak objektifnya.

Apa yang membuat Anda merasa paling bersemangat bekerja di Vindes? Apa yang menjadi motivasi terbesar Anda?
Yang bikin gue semangat kerja itu simpel: ide-ide gue nggak pernah dibatasin. Di Vindes, semua orang punya ruang buat eksplorasi, bahkan ide yang keliatannya "gila" sekalipun bisa jadi sesuatu yang keren. Ditambah lagi, gue selalu dikelilingi orang-orang kreatif yang seru diajak brainstorming.
Setiap diskusi itu rasanya kayak kelas belajar gratis—nggak cuma buat ngerjain project, tapi juga ngasih banyak inspirasi baru. Jadi, kerja di sini tuh nggak cuma soal target atau hasil akhir, tapi juga perjalanan yang bikin gue terus berkembang. Itu sih yang bikin setiap hari rasanya selalu seru dan nggak pernah membosankan.
Bagaimana dinamika kerja Anda dengan tim kreatif, tim teknis, dan tim lainnya di Vindes? Apa yang membuat kolaborasi dengan tim Anda berjalan efektif?
Dinamika kerja di Vindes itu ibarat main sepak bola: tiap orang punya posisi dan perannya sendiri, tapi tujuannya sama, mencetak gol. Dengan tim kreatif, biasanya diskusinya seru, penuh ide liar yang kadang nggak kepikiran sebelumnya. Gue belajar buat nggak langsung menilai ide itu masuk akal atau nggak, karena kadang yang keliatannya "nggak mungkin" justru yang bikin wow.
Sementara sama tim teknis, lebih ke gimana caranya bikin ide kreatif tadi bisa jadi kenyataan. Di sini, penting banget buat saling memahami sudut pandang. Gue belajar buat ngomong dengan bahasa yang bisa diterjemahkan ke actionable steps.
Bagaimana cara Vindes memfasilitasi kolaborasi antar tim untuk mencapai tujuan bersama?
Vindes punya cara unik buat bikin kolaborasi antar tim jadi lancar dan efektif. Di sini, semuanya berawal dari komunikasi yang cair. Gak ada gap formal yang bikin orang ragu buat ngobrol. Ide bisa muncul di mana aja, di ruang kerja, grup chat, bahkan pas makan siang bareng. Selain itu, Vindes juga sering banget bikin sesi brainstorming lintas tim. Di sesi ini, semua orang bebas lempar ide, gak peduli dari tim kreatif, teknis, atau marketing. Semua suara dihargai, dan justru dari kombinasi sudut pandang yang beda-beda itulah biasanya ide ciamik muncul.
Yang keren lagi, setiap project biasanya ada semacam check-in session reguler buat update progress. Ini bikin semua orang tetap on track sambil tahu apa yang lagi dikerjain tim lain. Kalau ada kendala, langsung bisa dicarikan solusi bareng. Dan yang paling penting, Vindes selalu kasih ruang buat bereksperimen. Mau dari tim mana pun, kalau punya ide yang menarik, akan didukung penuh. Semua ini bikin kolaborasi nggak cuma jadi sekedar kerja bareng, tapi beneran jadi proses yang fun dan produktif.
Apa tantangan terbesar dalam melakukan product marketing untuk generasi muda yang dinamis dan cepat berubah?
Tantangan terbesar itu menjaga produk tetap relevan di tengah generasi muda yang selalu bergerak cepat dan haus akan sesuatu yang baru. Tren mereka berubah kayak cuaca—hari ini suka sesuatu, besok bisa jadi udah pindah ke hal lain. Jadi, kita harus terus-terusan update, nggak boleh ketinggalan.
Selain itu, generasi muda ini cenderung kritis. Mereka nggak cuma beli produk, tapi juga nilai-nilai di baliknya. Kalau produk kita nggak punya cerita yang authentic atau nggak nyambung sama apa yang mereka pedulikan, susah buat menarik perhatian mereka. Tantangan lainnya adalah informasi yang super melimpah. Mereka punya ribuan pilihan, dan tugas kita adalah bikin produk kita jadi yang paling "stand out" di tengah kebisingan itu. Ini artinya kita nggak bisa pakai pendekatan yang biasa-biasa aja. Harus kreatif, relevan, dan—yang penting—personal.
Tapi justru tantangan ini yang bikin seru. Generasi muda itu nggak segan buat kasih feedback, baik secara langsung maupun lewat aksi (kayak viral tweet atau video TikTok). Kalau kita bisa menangkap pola mereka dan kasih sesuatu yang bener-bener ngena, efeknya bisa luar biasa.
Jadi, tantangan terbesar sekaligus keindahannya adalah fleksibilitas dan keberanian untuk terus mencoba hal-hal baru, sambil tetap menjaga identitas produk kita.

Bagaimana Anda melihat perkembangan media sosial dalam beberapa tahun terakhir dan bagaimana hal itu mempengaruhi cara Anda bekerja sebagai product marketing?
Media sosial berkembang gila-gilaan dalam beberapa tahun terakhir. Platform yang dulunya cuma tempat update status, sekarang jadi ekosistem lengkap buat jualan, interaksi, bahkan bikin tren baru. Perubahannya nggak cuma soal fitur, tapi juga perilaku audiens—generasi sekarang lebih suka konten yang cepat, visual, dan relatable.
Sebagai Product Marketing, ini pengaruhnya besar banget ke cara gue kerja. Dulu mungkin fokusnya bikin strategi yang rapi dan terstruktur. Sekarang, gue harus lebih fleksibel dan gesit. Tren di media sosial bisa muncul dan hilang dalam hitungan hari, jadi kita harus cepat tanggap menangkap momen itu.
Selain itu, media sosial juga bikin pendekatan komunikasi jadi lebih personal. Audiens nggak suka lagi sama promosi yang terlalu formal atau kaku. Mereka lebih responsif ke brand yang bisa ngobrol dengan bahasa mereka, punya humor, dan terasa "manusiawi."
Yang menarik, media sosial juga jadi sumber data dan inspirasi. Dari sana gue bisa lihat langsung apa yang lagi dibicarakan orang, apa yang mereka suka, dan apa yang bisa dikembangkan untuk produk. Bahkan feedback langsung dari audiens—baik itu kritik, pujian, atau meme—sering banget jadi bahan buat gue evaluasi atau eksplorasi ide baru.
Intinya, media sosial itu bukan cuma alat, tapi arena dinamis yang harus terus kita pahami. Tantangannya memang besar, tapi kalau dimanfaatin dengan tepat, hasilnya bisa luar biasa.
Menurut Anda, apa tren terbaru dalam industri media digital anak muda saat ini? Bagaimana Anda sebagai product marketing merespons tren tersebut?
Tren di industri media digital anak muda terus bergerak cepat, tapi ada beberapa yang lagi highlight banget sekarang: Konten Cepat dan Singkat (Short), Interaktivitas dan User-Generated Content (UGC), Personal Branding dan Keaslian, Komunitas Digital, Sustainabilitas dan Kesadaran Sosial. Sebagai Product Marketing, gue merespons tren ini dengan:
- Bikin konten yang relevan dan cepat nyambung.
- Mengajak audiens jadi bagian cerita.
- Mengutamakan storytelling yang jujur.
- Fokus ke komunitas.
- Mengangkat nilai yang sesuai tren.
Apa tantangan terbesar yang dihadapi industri media digital anak muda saat ini? Bagaimana mengatasi tantangan tersebut?
Tantangan terbesar di industri media digital anak muda saat ini ada beberapa, dan semuanya nggak bisa dibilang gampang:
- Kebanjiran Konten (Content Overload) solusinya : Fokus ke kualitas, bukan kuantitas. Bikin konten yang unik, relevan, dan punya nilai emosional atau hiburan yang kuat. Gunakan storytelling yang beda, atau bahkan interaksi langsung yang bikin audiens merasa terlibat.
- Perubahan Tren yang Cepat Solusi: Harus selalu up-to-date. Pantau tren di media sosial, eksplorasi platform baru, dan jangan takut buat eksperimen. Fleksibilitas itu kunci.
- Generasi Muda yang Kritis Solusi: Bangun komunikasi yang jujur dan transparan. Tunjukkan bahwa produk atau kampanye punya nilai yang autentik dan sesuai dengan apa yang mereka pedulikan, seperti keberlanjutan, inklusivitas, atau isu sosial.
- Algoritma yang Nggak Pasti Solusi: Jangan terlalu bergantung pada satu platform. Diversifikasi strategi pemasaran di berbagai platform dan manfaatkan komunitas digital untuk menjangkau audiens lebih organik.
- Privasi dan Etika Data Solusi: Gunakan data secara etis dan transparan. Pastikan audiens tahu bahwa privasi mereka dihormati. Ini juga bisa jadi poin plus yang membedakan kita dari yang lain.
Intinya, industri ini penuh tantangan, tapi juga peluang. Kalau kita bisa adaptif, kreatif, dan dekat sama audiens, tantangan ini bisa jadi batu loncatan buat bikin sesuatu yang lebih impactful.
Apa yang Anda harapkan dari karier Anda di masa depan? Bagaimana profesi saat ini dapat mendukung pertumbuhan karier Anda?
Kalau ngomongin harapan karier di masa depan, gue pengen terus berkembang di dunia kreatif dan strategis ini. Gue pengen punya peran yang nggak cuma soal eksekusi, tapi juga bisa menciptakan perubahan yang berarti, entah itu lewat produk, kampanye, atau pengalaman yang ngasih dampak positif ke banyak orang.
Profesi gue sekarang sebagai Product Marketing jadi fondasi yang kuat buat itu. Di sini, gue belajar banyak hal: dari memahami audiens, membangun strategi, hingga menjembatani ide-ide kreatif dan teknis jadi kenyataan. Setiap project ngajarin gue cara berpikir lebih luas, beradaptasi cepat, dan bikin solusi yang nggak cuma kreatif, tapi juga relevan.
Selain itu, kerja di lingkungan yang dinamis kayak Vindes bikin gue lebih peka sama tren, lebih berani ambil risiko, dan lebih percaya diri buat eksplorasi hal-hal baru. Gue yakin pengalaman ini nggak cuma ngasih skill teknis, tapi juga mindset yang akan terus kepake buat apapun yang gue lakukan di masa depan.
Harapan besar gue adalah bisa terus berkolaborasi dengan orang-orang kreatif dan inovatif, sambil terus belajar dan berkembang di setiap langkahnya. Dan siapa tahu, suatu hari nanti gue bisa jadi orang yang menginspirasi orang lain buat mengejar ide-ide liar mereka sendiri.
Simak terus cerita dan pengalaman seru para expert lainnya di Rubrik Profil Loker ID!