Dunia Kerja

Bagaimana Menghadapi Bos yang Terlalu Banyak Maunya?

bos cerewetApakah Anda memiliki atasan yang terlalu banyak maunya? Semua yang Anda lakukan serba salah bahkan lebih anehnya lagi, dia sering meminta Anda untuk melakukan hal-hal yang mustahil. Seakan Anda punya tongkat sihir yang bisa mewujudkan semua yang dia minta untuk Anda lakukan. Bagaimana menghadapi bos dengan tingkah demikian?

  1. Kenali Wataknya

Mau tak mau Anda harus belajar mengenali wataknya si bos. Apa yang paling dia sukai dan tak sukai, kebiasaannya, polanya bekerja. Mungkin ada-ada saja hal yang bertubrukan dengan ritme Anda tetapi mau bagaimana lagi Anda harus berdamai dengan sikap anehnya.

  1. Jangan Melawan

Jangan pernah melawan ataupun menentang apa yang dikatakannya—mungkin Anda lakukan saking kesalnya. Diamkan saja, dengarkan setiap penuturannya dengan baik, pasang mata dan telinga untuk mencermati setiap apa yang diutarakannya.

  1. Saran

Berikan saran seperlunya dan jangan terkesan menggurui. Jadilah seseorang yang bisa diandalkannya. Sehingga kalau Anda tidak ada dia akan merasa kehilangan. Ketika hubungan Anda dan atasan sudah sampai pada tahap dia “tergantung” dengan Anda, sikapnya akan melunak. Percayalah….

  1. Sudut Pandang Lain

Tidak ada salahnya Anda minta sudut pandang lain beberapa karyawan mengenai perilaku atasan ataupun karyawan yang sudah tidak bekerja di perusahaan tersebut lagi. Gunanya supaya Anda bisa membaca perilakunya yang kadang tak tertebak itu.

  1. Mempersiapkan Kemungkinan Terburuk

Anda harus bisa mempersiapkan kemungkingan terburuk jika si atasan mendadak mood-nya jelek sehingga ada beberapa perubahan dalam penugasan yang diberikannya. Mau bagaimana lagi atasan Anda memang demikian jadi Anda harus bisa fleksibel dan siap-siap untuk selalu menerima perubahan yang diberikannya.

  1. Energi Ekstra

Tentu saja Anda harus punya energi ekstra untuk menghadapi tingkah-tingkahnya yang aneh. Plus kesabaran yang tidak ada batasnya. Tetapi jika atasan sudah kelewatan Anda harus mempertahankan harga diri Anda. Jangan hanya karena pekerjaan, dia atasan sedang Anda bawahan jadinya Anda menganggap posisi Anda di bawah si bos.