Ayu Dessy Wahyuningtias: Perjalanan Ex-Karyawan Korporat Buka Usaha Bisnis Kue

Author
Ditulis olehTim Loker • Update 28 Juni 2024
Rubrik Profil

Ayu-Dessy-Wahyuningtias

Berawal dari pandemi yang membuat Ayu Dessy Wahyuningtias harus WFH, ex pegawai korporat ini akhirnya menemukan jalannya di bisnis kue. Siapa sangka, ternyata semenjak pandemi usaha kue yang dulunya jadi sambilan malahan lebih bercuan ketimbang pekerjaan formalnya."Sebenarnya usaha kue ini dimulai 2017 tapi karena masih kerja jadi cuma buka PO di weekend. Lalu pas pandemi karna WFH jadi bisa kerja sambil bikin kue. Sampai akhirnya mikir, penghasilan dari bikin kue lebih besar dari penghasilan kerja di korporat. Fyi, gaji saya UMR ya saat itu, jadi memang mencari penghasilan tambahan," papar Ayu. Menariknya lagi, Ayu belajar membuat kue secara otodidak, dari buku resep dan Youtube, sampai akhirnya menemukan resep yang pas.

Ketika akhir 2021 kantor menerapkan WFO full, setelah diskusi dengan pasangannya, Ayu pun memutuskan untuk full time di bisnis kue. Singkat cerita Ayu resign di Maret 2022 dan hingga sekarang menyeriusi usaha kue dengan nama Kue Arisan. Seperti apa perjalanan alumni D3 Sekretaris STIKS Tarakanita ini banting setir dari pegawai korporat ke bisnis kue? Simak cerita inspiratifnya!

Bisakah Anda ceritakan sedikit tentang latar belakang atau perjalanan karier Anda di dunia korporat sebelum membuka bisnis kue?

Perjalanan karirku di dunia korporat dimulai dari bekerja pertama kali di PT Prodia Widyahusada Tbk. tahun 2010-2012 sebagai Sekretaris Marcomm. Tahun 2012-2017 bekerja di Femina Group sebagai Sekretaris Redaksi di dua majalah Cita Cinta dan Pesona. Tahun 2017 pernah bekerja juga di Travelio. Di Tahun 2017-2022 bekerja di Kalbe sebagai Merchandiser dan Marketplace Administrator.

Apa yang membuat Anda memutuskan untuk keluar dari dunia korporat dan membuka bisnis usaha kue?

Kenapa keluar dari dunia korporat dan beralih ke usaha kue karena memang mau punya usaha makanan suatu hari nanti. Berawal tuh waktu pandemi full WFH. Dan bisa disambi sambil bikin-bikin kue dan makanan lainnya. Coba-coba buka PO dan banyak yang order dan mereka yang order pada suka dan berlanjut ke PO berikutnya. Sampai akhirnya ada pesanan reguler. Akhirnya apapun pesanannya diambil aja. Hehehe...

Sebelum memulai bisnis kue, apakah Anda memiliki pengalaman atau pengetahuan di bidang kuliner?

Kalau ilmu kuliner atau bikin-bikin kue sih sebenarnya otodidak aja ya. Kayak nonton YouTube terus dicoba trial error sendiri sampai akhirnya dapat resep yang oke, minta cobain ke orang rumah kalau oke baru jual hehehe. Saya enggak ada kursus baking kue dll. Ngumpulin resep aja dari beberapa buku resep kue dan YouTube hehehe...

Apa yang Anda harapkan dari bisnis kue ini? Apakah Anda memiliki target atau visi tertentu?

Karena sekarang usaha kue ini menjadi penghasilan utama jadi ya saya penginnya usaha ini terus berkembang. Pelanggannya juga makin bertambah. Maunya sih hire orang untuk bantu, tapi saat ini karena belum full setiap hari ada pesanan jadi masih dikerjain sendiri aja sih. Suatu hari nanti pengin punya toko kue hehehe atau kafe yang menyediakan kue-kue tradisional. Dan nama Kue Arisan mau dibuat Hak Paten.

Bagaimana proses transisi Anda dari kerja korporat ke bisnis kue? Apakah ada kesulitan yang Anda hadapi?

Awal-awal masuk ke bisnis kuliner sih agak worry ya karena pas pandemi usaha kuliner atau f&b tuh lagi rame-ramenya. Tapi ya udah dibawa santai aja sih. Pelan-pelan dari mulai buka PO lalu akhirnya jadi reguler sampai sekarang. Agak kaget juga karena awalnya yang tiap bulan dapet gaji tetap sekarang gajiannya enggak tetap 😅 yaa kadang banyak kadang dikit. Puji Tuhan sih ada aja setiap harinya untuk order reguler. Dan sekarang jarang PO sih kecuali kue-kue tertentu

Apa saja tantangan yang Anda temui dalam menjalankan bisnis kue ini? Bagaimana Anda mengatasinya?

Tantangan nya sih ya pasti banyak kompetitor. Banyak juga yang jualan kue sama dengan harga berbeda. Ya kita berikan kualitas dan rasa premium sih untuk konsumen. Sehingga pelanggan dapat merasakan sendiri dengan harga segitu dapet kue yang enak. Konsisten dan tekun aja sih ngatasin-nya. Even enggak ada yang pesan ya tetep promosinya digencarin hehehe...

Apa strategi marketing yang Anda gunakan untuk menarik pelanggan?

Strategi marketing yang dijalanin kita juga suka promosi di media sosial. Dan paling banyak sih dari mulut ke mulut. Dari teman satu ke teman lainnya. Kalau pas hari besar Idul Fitri atau Natal suka buat early bird untuk order kue kering atau hampers. Sebenarnya ada di Tokopedia dan Go Food tapi belom works aja karena enggak kepegang juga. Tapi IG dan WhatsApp sudah cukup efektif sih...

Apa saja pelajaran berharga yang Anda dapatkan dari pengalaman banting setir ini?

Dari karyawan korporat dan jadi pengusaha kuliner sekarang awal-awal agak worry sih kaget juga. Biasanya gajian tiap bulan sekarang gajian tiap hari tapi ya jumlahnya enggak menentu hehehe. Walaupun omset tiap bulan lebih dari gaji di korporat tapi tetep aja karena kan kalau usaha itu uangnya muter buat modal lagi hehehe. Tapi pelajaran berharga yang didapat jadi lebih fleksibel aja kerjanya. Yang biasanya susah banget libur atau enggak ngantor sekarang jadi bisa punya banyak waktu. Kapan aja ada acara keluarga jadi bisa ikutan hehehe.  Intinya, saya jadi lebih tahu dunia usaha seperti apa dan gimana. Jatuh bangunnya seperti apa. Enggak ada bos yang bantu atau tim yang bantu untuk problem solve. Apalagi kalau ada komplain dari konsumen, walau jarang banget sih...

Bagaimana bisnis kue Anda berkembang hingga saat ini? Apakah Anda puas dengan hasilnya?

So far sampai dengan saat ini bisa seperti sekarang aja enggak nyangka sih. Sudah banyak orang tahu dan pesan kue di Kue Arisan. Dari media sosial dari teman ke teman dari orang ke orang. Dan berharap masih banyak orang yang tahu Kue Arisan. Puas banget. Tapi tetap aja kita harus jaga kualitas dan nambah menu-menu baru dari kue yang kita jual.

Apa yang ingin Anda bagi cerita inspiratif atau motivasi terkait pengalaman banting setir Anda?

Buat yang mau banting setir dari bekerja di korporat ke bisnis atau usaha sendiri memang harus dipikirin baik-baik. Karena ya punya bisnis sendiri itu menyenangkan apalagi sesuai dengan passion kita. Tapi pastikan kita punya kemauan dan skill untuk mengelola bisnis. Yang penting sih tetap tekun dalam menjalankan bisnisnya apapun yang terjadi. Terus berinovasi supaya konsumen atau pelanggan kita tidak bosan. Terus tingkatkan kualitas dan bangun relasi yang oke dengan pelanggan atau konsumen kita. Tetep semangat deh pokoknya kalau jalanin bisnis itu. Karena kalau awal-awal kelihatannya aja wah seru ya punya bisnis sendiri tapi dalam perjalanannya banyak sih rintangan-rintangannya hehehe...