Dunia Kerja

Aturan Resign!

resignKalau mau resign, ada aturannya! Jangan sampai Anda didepak sebelum mengajukan resign. Jangan juga menjadikan resign sebagai ajang balas dendam kepada perusahaan lama ataupun memanas-manasi rekan-rekan lama. Seolah-olah Anda pindah ke tempat lain. Berikut aturan resign yang sejatinya harus Anda lakukan, guna memuluskan langkah Anda ke perusahaan baru.

  1. Tidak Perlu gembar-gembor

Hindari gembar-gembor yang membuat tak hanya satu departemen—tetapi juga satu perusahaan tahu kalau Anda bakal hengkang dari kantor. Ini hanya akan memperunyam suasana dan mengesankan kalau Anda semangat sekali resign. Bukan tak mungkin ini menjadi pergunjingan di kalangan rekan-rekan kantor.

  1. Sebulan Sebelumnya

Idealnya Anda mengajukan surat resign adalah sebulan sebelumnya, supaya atasan dapat mencari pengganti Anda. Pun Anda sempat menyelesaikan tugas-tugas yang tertunda. Jangan merepotkan rekan-rekan kerja dengan berhenti secara mendadak. Bisa-bisa Anda dinilai sebagai karyawan yang tidak profesional dan meninggalkan kesan buruk di hari terakhir bekerja.

  1. Memperkenalkan Perusahaan Baru

Kalau secara tak sengaja atasan ataupun rekan-rekan tahu kalau Anda bakal resign yah mau bagaimana lagi. Tapi Anda jangan mau terlalu detail menceritakan dimana dan sebagai apa Anda bekerja di tempat baru tersebut. Jawab saja seperlunya secara profesional atau bisa juga diselingi dengan candaan supaya tidak terlalu serius.

  1. Memberitahukan Gaji

Tidak penting juga memberitahu nominal yang Anda terima di perusahaan baru tersebut dan membanding-bandingkannya dengan perusahaan lama. Ini hanya akan membuat suasana tak nyaman di antara rekan-rekan kerja dan buat atasan juga. Jangan sampai ada kecemburuan sosial dan pandangan yang negatif kepada Anda.

  1. Performa Berkurang

Karena Anda sudah mau keluar dari perusahaan lama tersebut, Anda memutuskan untuk sesuka hati saja bekerja. Misalnya dengan datang telat, mengerjakan tugas dengan setengah hati, tidak terlalu serius dalam bekerja. Jangan menjadikan waktu-waktu terakhir Anda bekerja menjadi momen yang dikenang tidak baik karena performa Anda yang tak maksimal.

  1. Besar Mulut

Terlalu besar mulut pun sebaiknya dihindari saja—sepahit apapun pengalaman yang pernah Anda rasakan disana. Jangan terlalu mengesankan kalau Anda sangat senang akhirnya meninggalkan perusahaan lama dan perusahaan baru tersebut sangat baik untuk Anda. Belum tentu juga, toh Anda belum masuk pada lingkungan kerjanya.