Aristayanu Bagus Kurniawan: Karier Juga Bisa Serba Kebetulan

Author
Ditulis olehTim Loker • Update 20 Maret 2025
Rubrik Profil

Aristayanu-Bagus-Kurniawan

Semua karier yang dijalaninya Aristayanu Bagus Kurniawan serba kebetulan. Pernah menggeluti dunia toko buku dan mengelola penerbitan, mencoba freelance, semua tidak pernah direncanakannya. Bisa dibilang karena tidak ada pilihan lain. Sampai akhirnya saat ini menjadi staf pengajar di Yayasan Ciputra Education, mengajar mata pelajaran Sosiologi.

Di titik ini, Aristayanu merasa semua yang dijalaninya bukan lagi kebetulan. Bisa jadi, mempersiapkannya untuk profesi guru yang sudah dua tahun ini dia lakoni. Bagaimana perjalanan karier Aristayanu dan seperti apa adaptasinya dari karier yang dulu ke karier yang sekarang? Baca lebih lanjut di sini!

Halo, salam kenal, boleh memperkenalkan diri, nama lengkap, latar belakang pendidikan, dan pekerjaan saat ini?

Halo nama saya Aristayanu Bagus Kurniawan, saya lulusan program studi Sejarah Universitas Sanata Dharma, saat ini saya mengajar PKn dan Sosiologi di Sekolah Citra Berkat Citraland Surabaya.

Bisakah Anda ceritakan tentang perjalanan karir Anda yang beragam, dari editor buku, HRD, editor in chief, hingga guru sosiologi? Apa yang memotivasi Anda untuk melakukan berbagai macam pekerjaan ini?

Sebetulnya semuanya serba kebetulan. Awalnya di tahun 2015 saya berkuliah di salah satu kampus swasta Yogyakarta di bidang kehutanan. Namun gagal tamat sebab ada permasalahan ekonomi kala itu. Karena situasi yang ada saya memutuskan untuk tetap tinggal di Yogyakarta. Untuk mengisi kekosongan aktivitas selama di Yogyakarta, saya bergabung dengan Radio Buku binaan Muhidin M. Dahlan untuk belajar menulis sambil berkomunitas. Hingga akhirnya pada sekitar 2017 saya bergabung dengan toko buku Berdikaribook dan menjalani karir hampir 5 tahun.

Berawal dari content creator, seiring berjalannya waktu dan tumbuhnya Berdikaribook kala itu, saya diminta untuk mengelola penerbit Jalan Baru, salah satu lini perusahaan Berdikari Book untuk menerbitkan buku. Sambil bekerja, di tahun 2018 saya memutuskan untuk menempuh pendidikan kembali sampai pada akhirnya lulus sekarang ini. Pada tahun 2022, saya tidak lagi berlanjut di Berdikaribook dan memutuskan untuk bekerja secara freelance.

Waktu berjalan, angan-angan bekerja secara freelance tidak berjalan dengan lancar hingga akhirnya saya memutuskan untuk mencari pekerjaan lagi. Dan kebetulan yang menerima saya adalah Yayasan Ciputra Education, yang sekarang menjalani tahun ke-2.

Bagaimana Anda menyeimbangkan pekerjaan Anda sebagai guru sosiologi dengan profesi freelance sebagai editor buku?

Sejauh ini cara saya adalah dengan melakukan manajemen waktu. Meski tetap terkadang masih terkendala. Pekerjaan menjadi tenaga pengajar adalah pekerjaan yang begitu baru saya jalani sehingga terkadang sukar untuk menyesuaikan.

Apa yang membuat Anda memutuskan untuk beralih dari industri penerbitan ke dunia pendidikan?

Sebetulnya bisa dibilang kebetulan. Tapi kini rasanya tidak juga demikian karena seiring berjalannya waktu, saya senang karena dapat bertemu dengan anak-anak dan mendiskusikan suatu materi pelajaran, terlebih jika materi tersebut adalah materi pelajaran yang seru, misal seperti tentang HAM dan teori-teori Sosiologi dsb. Pengalaman menjadi peserta didik di masa lalu sedikit banyak terobati dengan melihat kurikulum hari ini yang memberi keleluasaan peserta didik untuk mendapatkan materi. Katakanlah seperti membuat proyek. Hal tersebut tampaknya menyenangkan karena peserta didik tak hanya mencatat dan memerhatikan.

Boleh diceritakan hal menarik apa yang Anda temukan dari bekerja sebagai guru Sosiologi?

Hal-hal menarik yang saya temukan ketika mengajar adalah menemukan peserta didik yang merasa apa yang disampaikam di materi pelajaran terkadang tidak sama seperti apa yang dia rasakan dalam realitasnya. Hal ini memicu diskusi dua arah yang bahkan bisa berlanjut hingga di luar jam pelajaran. Hal tersebut menurut saya adalah sesuatu yang menarik. Toh terkadang, ilmu sosial masih sering dipandang sebelah mata ketimbang ilmu-ilmu eksakta.

Bagaimana Anda menggunakan pengetahuan dan pengalaman Anda dari berbagai bidang untuk menjadi guru?

Beberapa bulan terakhir saya melakukan bimbingan dalam rangka membuat karya tulis ilmiah, ataupun esai-esai untuk dilombakan. Meski belum berhasil tapi saya senang karena setidaknya, dari sekian banyak peserta didik masih ada yang tertarik dengan dunia penulisan, bahkan tak jarang dinyatakan sebagai sebuah cita-cita, di masa dimana media sosial hampir mendarah daging, dunia tulis menulis tetap bisa dihidupi.

Keterampilan dan pengetahuan apa yang Anda anggap paling penting untuk dimiliki dalam karir yang beragam seperti milik Anda?

Sejauh ini kemampuan dalam menulis membantu banyak dalam karir saya. Contohnya misal membuat materi ajar. Saya tak hanya memanfaatkan buku bawaan pemerintah melainkan memadukannya dengan buku-buku lain untuk dijadikan esai-esai pendek yang bisa dibaca oleh siswa selain modul belajar mereka.

Punya tips untuk meningkatkan fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi dalam dunia kerja yang dinamis?

Mungkin, manfaatkan dan perkaya diri dengan soft skill.

Apa saran Anda bagi orang muda yang masih bingung dalam mencari pekerjaan yang sesuai dengan passion mereka?

Jika mencari namun tak kunjung kau temui, ciptakanlah duniamu sendiri.