Apa yang Harus Dilakukan saat Rekan Kerja "Menusuk Dari Belakang"?
Dunia kerja tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya kita akan menghadapi rekan kerja yang tidak menyenangkan, bahkan yang berusaha menjatuhkan kita. Perilaku ini dikenal dengan istilah "menusuk dari belakang" atau "backstabber".
Mungkin kita akan merasa marah, kesal, atau bahkan terhina ketika kita mengetahui bahwa ada rekan kerja yang menusuk kita dari belakang. Namun, penting untuk tetap tenang dan berpikir jernih dalam menghadapi situasi ini.
Berikut adalah beberapa tips yang dapat kita lakukan saat menghadapi rekan kerja yang menusuk dari belakang:
1. Gunakan logika, bukan emosi
Hal pertama yang harus kita lakukan adalah mencoba memahami situasi yang terjadi. Apakah rekan kerja kita memang benar-benar memiliki niat buruk untuk menjatuhkan kita? Atau, mungkin ada faktor lain yang menyebabkannya bertindak demikian?
Jika kita terlalu terbawa emosi, kita mungkin akan membuat keputusan yang salah. Kita mungkin akan membalas tindakan rekan kerja kita dengan cara yang sama, atau bahkan lebih buruk. Hal ini hanya akan memperburuk situasi.
Jadi, penting untuk tetap menggunakan logika dalam menghadapi situasi ini. Cobalah untuk berpikir jernih dan objektif.
2. Tenangkan diri
Memang tidak mudah untuk tetap tenang ketika kita merasa terluka atau marah. Namun, penting untuk menenangkan diri sebelum mengambil tindakan apa pun. Berikan diri kita waktu untuk mencerna informasi yang kita dapatkan. Jangan membuat keputusan saat kita sedang emosi.
3. Bicaralah dengan rekan kerja tersebut
Jika kita yakin bahwa rekan kerja kita memang memiliki niat buruk untuk menjatuhkan kita, kita bisa mencoba untuk berbicara dengannya. Bicaralah dengan tenang dan profesional. Sampaikan kekhawatiran kita dan tanyakan alasan mengapa dia melakukan hal tersebut.
Jika rekan kerja kita bersedia untuk mendengarkan, kita bisa mencoba untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Namun, jika rekan kerja kita tidak mau mendengarkan atau bahkan bersikap agresif, kita sebaiknya menghindari untuk berbicara dengannya.
4. Laporkan kepada atasan
Jika kita merasa bahwa tindakan rekan kerja kita sudah merugikan kita, kita bisa melaporkannya kepada atasan. Atasan memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan tidak ada diskriminasi. Atasan akan menindaklanjuti laporan kita dan mengambil tindakan yang sesuai.
5. Menjaga jarak
Selain melakukan hal-hal di atas, kita juga perlu melindungi diri sendiri dari tindakan rekan kerja. Kita bisa mulai dengan menjaga jarak dengan rekan kerja tersebut. Hindari untuk bekerja sama dengannya atau terlibat dalam kegiatan yang tidak perlu. Kita juga bisa mulai mengumpulkan bukti-bukti yang mendukung tuduhan kita. Bukti-bukti ini dapat digunakan sebagai alat untuk membela diri jika diperlukan.
Penelitian yang dilakukan oleh University of California, Berkeley menunjukkan bahwa perilaku "menusuk dari belakang" di tempat kerja dapat memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap kesehatan mental dan fisik karyawan.
Karyawan yang menjadi korban "backstabber" lebih mungkin mengalami stres, kecemasan, dan depresi. Mereka juga lebih mungkin untuk mengalami gangguan tidur dan sakit fisik.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara menghadapi rekan kerja yang menusuk dari belakang. Dengan mengambil tindakan yang tepat, kita dapat melindungi diri dari dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh perilaku tersebut.
Bila kantor sudah sangat toxic, coba cek-cek lowongan kerja di sini ya!