Andris Wisatha Aries Putera: Life After Layoff? Move In, Move On!

Halo...boleh diceritakan kah kesibukan saat ini seperti apa?
Perkenalkan, aku Andris Wisatha, usia 36 tahun. Aku sudah 12 tahun bekerja di industri kreatif sebagai copywriter, content writer, dan terkadang communication strategist. Aku diputus kontrak dengan kantor terakhir, sebuah branding agency di bilangan Senayan, pada Juli 2024. Karena hal ini, aku banting setir jadi praktisi emotional release dengan metode Access Bars. Aku juga praktisi Energetic Facelift. Aku pun aktif di komunitas Move On, Game On sebagai healing coach (bagian Move In). Meski begitu, aku juga tetap jadi freelance brand strategist untuk sebuah brand parfum lokal bernama Argve.
Seperti apa pengalaman Anda selama menjadi copywriter, apa yang paling Anda sukai dan tidak sukai dari pekerjaan itu?
Bagaimana Anda melihat perkembangan industri digital writing saat ini? Apa saja tren terbaru yang menarik menurut Anda?
Menurut Anda, apa saja keterampilan yang paling penting bagi seorang copywriter di era digital ini?
Banyak yang bilang kalo copywriter itu butuh kemampuan menulis. Tidak salah, namun kurang tepat. Skill pertama yang harus dimiliki copywriter adalah riset target market. Copywriter bukan hanya harus mampu menulis, tapi juga memahami keinginan, keresahan, ketakutan, hasrat, gaya bahasa, gaya bicara, bahkan sampai hobi dari target market tulisan mereka.

Bagaimana Anda melihat dinamika dunia kerja saat ini, terutama dalam konteks pasca pandemi dan perkembangan teknologi?
I'm not gonna sugarcoating it, but our job market is shit. Banyak perusahaan mencari copywriter namun harus bisa content writing, bahkan desain grafis meski hanya lewat tool seperti Canva. Ini yang jadi kendala bagi copywriter, karena harus bisa 2 atau 3 jobdesc sekaligus.
Apakah Anda melihat adanya peningkatan minat terhadap kesehatan holistik sebagai akibat dari perubahan gaya hidup dan tuntutan pekerjaan yang semakin tinggi?
Tentu. Dengan kondisi lapangan pekerjaan, sebagai salah satu alasan, banyak yang akhirnya mencari 'pelarian' dari kondisi stress mereka. 'Healing' istilahnya, dan karena healing ini dipopulerkan oleh industri wellness, maka banyak yang mencari jasa healing di industri ini. Sayangnya, banyak yang tidak tahu kalau 'healing' itu bukan solusi instan permasalahan mereka. 'Healing' adalah metode, solusinya? Datang dari kemauan pribadi masing-masing.
Menurut Anda, apa saja tantangan terbesar yang dihadapi oleh para pekerja saat ini?

Mengapa Anda memilih untuk mengambil sertifikat Certified Emotional Release Practitioner dan Certified Energetic Facelift Practitioner?
Karena aku sendiri mengalami "kehilangan diri sendiri" ketika di-layoff. Aku didiagnosa depresi, sempat juga merasa lebih baik udahan saja menjalani hidup. Hingga suatu ketika, teman baikku menyarankan untuk mencoba metode emotional release dengan tool Access Bars. Setelah diterapi, aku merasakan dampak baiknya: mampu bangkit kembali, menjalani hidup dengan lebih optimis, dan berhenti menghakimi diri sendiri. Ini sebabnya aku mengambil dua sertifikasi tersebut.
Bagaimana kedua sertifikat ini melengkapi praktik kesehatan holistik Anda?
Dapatkah Anda memberikan contoh kasus di mana Anda menggunakan teknik-teknik ini? Apa manfaat yang paling sering dirasakan oleh klien Anda setelah menjalani sesi dengan Anda?
Apa saran Anda bagi orang-orang yang ingin mencapai keseimbangan yang lebih baik dalam hidup mereka?
Jangan pernah menolak atau denial terhadap apa pun rasa yang muncul di pikiran dan hati. Sedih? Marah? Kecewa? Akui. Rangkul semua. Lihat ke cermin, maka kamu akan menemukan seseorang yang mampu bangkit berkali-kali, mampu bertahan hidup hingga saat tulisan ini dibuat. Kamu itu tempat Tuhan bersemayam, jadi gali ke dalam diri. Minta ke dalam diri. Move in sebelum move on, karena kekuatan terbesarmu selain doa adalah memilih. Jadi pilih pilihan yang lebih baik untukmu.