Andris Wisatha Aries Putera: Life After Layoff? Move In, Move On!

Author
Ditulis olehTim Loker • Update 21 November 2024
Rubrik Profil

praktisi-holistik-andris-wisatha-tahun-2024

Hidup seolah baik-baik saja ketika masih terikat pekerjaan atau menerima label sebagai karyawan perusahaan anu. Namun yang terjadi setelah terkena lay-off dunia gonjang-ganjing dan yang paling fatal adalah kehilangan jati diri. Itulah yang dialami Andris Wisatha Aries Putra. Alumni Universitas Padjajaran ini sempat terpukul luar biasa secara mental dan spiritual saat terkena lay-off. Sampai akhirnya, ia mengambil kelas emotional release dan akhirnya bisa melepas emosi negatif tersebut.

Dari pengalaman tercerahkan tersebut Andris mengambil sertifikasi holistik dan mulai membantu orang-orang yang mengalami kondisi sama seperti dirinya dulu. Situasi dunia kerja saat ini memang sulit, tapi kita punya pilihan untuk maju atau tidak. Kecewa, marah ya bolehlah, namanya juga manusia, tapi untuk menyerah jangan!

Seperti apa perjalanan move in move on yang dilakoni Andris? Simak ceritanya di sini!

Halo...boleh diceritakan kah kesibukan saat ini seperti apa?  

Perkenalkan, aku Andris Wisatha, usia 36 tahun. Aku sudah 12 tahun bekerja di industri kreatif sebagai copywriter, content writer, dan terkadang communication strategist. Aku diputus kontrak dengan kantor terakhir, sebuah branding agency di bilangan Senayan, pada Juli 2024. Karena hal ini, aku banting setir jadi praktisi emotional release dengan metode Access Bars. Aku juga praktisi Energetic Facelift. Aku pun aktif di komunitas Move On, Game On sebagai healing coach (bagian Move In). Meski begitu, aku juga tetap jadi freelance brand strategist untuk sebuah brand parfum lokal bernama Argve.

Seperti apa pengalaman Anda selama menjadi copywriter, apa yang paling Anda sukai dan tidak sukai dari pekerjaan itu?

Selama 12 tahun bekerja sebagai copywriter, aku sudah menangani berbagai klien, baik dari NGO, pemerintah, FMCG, rokok, e-commerce, dan banyak lainnya (bisa dilihat di portfolio-ku: bit.ly/portandris). Yang paling aku sukai, mungkin karena dari dulu suka menulis, adalah bagaimana aku harus "berganti kepribadian" saat menulis untuk mengikuti target market klien. Ini membuka cakrawalaku dalam menyelami psikologis target market: apa yang mereka suka, apa yang mereka benci, apa permasalahan mereka, apa kebutuhan mereka, bagaimana mereka bicara, dan banyak lainnya. Hal ini juga bisa jadi kendala karena, misal, ketika handle beberapa klien, aku harus dengan cepat mengubah gaya menulisku.

Bagaimana Anda melihat perkembangan industri digital writing saat ini? Apa saja tren terbaru yang menarik menurut Anda?

Orang bilang industri kreatif saat ini bisa digantikan dengan AI, tidak hanya design graphic, tapi juga copywriting. Sebagai copywriter, aku rasa tren ini menarik karena mampu memantik perdebatan: banyak yang bilang AI bisa menggantikan kerja mereka. Buatku? Tidak. AI tidak memiliki emosi yang bisa tertuang ke dalam tulisan seperti yang copywriter lakukan. Namun begitu, AI bisa membantu copywriter dalam mengolah kerjaan mereka, menjadi teman brainstorming misalnya.

Menurut Anda, apa saja keterampilan yang paling penting bagi seorang copywriter di era digital ini?

Banyak yang bilang kalo copywriter itu butuh kemampuan menulis. Tidak salah, namun kurang tepat. Skill pertama yang harus dimiliki copywriter adalah riset target market. Copywriter bukan hanya harus mampu menulis, tapi juga memahami keinginan, keresahan, ketakutan, hasrat, gaya bahasa, gaya bicara, bahkan sampai hobi dari target market tulisan mereka.

andris-wisatha-move-in-move-on-tahun-2024

Bagaimana Anda melihat dinamika dunia kerja saat ini, terutama dalam konteks pasca pandemi dan perkembangan teknologi?

I'm not gonna sugarcoating it, but our job market is shit. Banyak perusahaan mencari copywriter namun harus bisa content writing, bahkan desain grafis meski hanya lewat tool seperti Canva. Ini yang jadi kendala bagi copywriter, karena harus bisa 2 atau 3 jobdesc sekaligus.

Apakah Anda melihat adanya peningkatan minat terhadap kesehatan holistik sebagai akibat dari perubahan gaya hidup dan tuntutan pekerjaan yang semakin tinggi?

Tentu. Dengan kondisi lapangan pekerjaan, sebagai salah satu alasan, banyak yang akhirnya mencari 'pelarian' dari kondisi stress mereka. 'Healing' istilahnya, dan karena healing ini dipopulerkan oleh industri wellness, maka banyak yang mencari jasa healing di industri ini. Sayangnya, banyak yang tidak tahu kalau 'healing' itu bukan solusi instan permasalahan mereka. 'Healing' adalah metode, solusinya? Datang dari kemauan pribadi masing-masing.

Menurut Anda, apa saja tantangan terbesar yang dihadapi oleh para pekerja saat ini?

Selain yang aku sebutkan di atas, tantangan terbesar lainnya adalah rasa empati terhadap sesama pekerja. Company bisa jadi melihat pekerja sebagai aset, bukan manusia. Belum lagi, karena terlalu fokus untuk mengejar karier, banyak yang akhirnya malah tidak tahu apa yang mereka mau. Tidak tahu mereka mau dibawa kemana. Tidak tahu apa jalan hidup mereka sebenarnya. Maka tidak heran juga, ketika tumpuan mereka hanyalah karier, saat terkena lay-off, banyak yang seolah kehilangan diri sendiri.

switch-career-andris-wisatha-ke-praktisi-holistik-tahun-2024

Mengapa Anda memilih untuk mengambil sertifikat Certified Emotional Release Practitioner dan Certified Energetic Facelift Practitioner?

Karena aku sendiri mengalami "kehilangan diri sendiri" ketika di-layoff. Aku didiagnosa depresi, sempat juga merasa lebih baik udahan saja menjalani hidup. Hingga suatu ketika, teman baikku menyarankan untuk mencoba metode emotional release dengan tool Access Bars. Setelah diterapi, aku merasakan dampak baiknya: mampu bangkit kembali, menjalani hidup dengan lebih optimis, dan berhenti menghakimi diri sendiri. Ini sebabnya aku mengambil dua sertifikasi tersebut.

Bagaimana kedua sertifikat ini melengkapi praktik kesehatan holistik Anda?

Dua sertifikasi ini pada akhirnya membantu menemukan jalanku: untuk membantu orang-orang mengurangi stress mereka, menjadi suaka sementara untuk pikiran serta hati mereka.

Dapatkah Anda memberikan contoh kasus di mana Anda menggunakan teknik-teknik ini? Apa manfaat yang paling sering dirasakan oleh klien Anda setelah menjalani sesi dengan Anda?

Ada satu klien yang terkena lay-off pada tahun lalu. Ia sempat marah ke Tuhan dan ia menghakimi diri sendiri tanpa henti. Saat aku terapi, ia mengaku tidak tidur sama sekali. Nyatanya ia mengorok begitu keras sampai terdengar oleh mbak yang jaga apartemen. Ia juga merasa terapiku hanya berlangsung 10 menit, nyatanya sudah berlangsung satu setengah jam. Setelah selesai diterapi, ia berkata jujur tidak merasakan apa-apa saat itu, namun setelah pulang ke rumah, ia jadi optimis dan semangat untuk melakukan berbagai kegiatan: mulai dari mengirim CV kembali, beres-beres rumah, sampai berdoa mengucapkan syukur ke Tuhan.

Apa saran Anda bagi orang-orang yang ingin mencapai keseimbangan yang lebih baik dalam hidup mereka?  

Jangan pernah menolak atau denial terhadap apa pun rasa yang muncul di pikiran dan hati. Sedih? Marah? Kecewa? Akui. Rangkul semua. Lihat ke cermin, maka kamu akan menemukan seseorang yang mampu bangkit berkali-kali, mampu bertahan hidup hingga saat tulisan ini dibuat. Kamu itu tempat Tuhan bersemayam, jadi gali ke dalam diri. Minta ke dalam diri. Move in sebelum move on, karena kekuatan terbesarmu selain doa adalah memilih. Jadi pilih pilihan yang lebih baik untukmu.

Jangan lupa baca kisah inspiratif lainnya dari perspektif expert berbeda di Rubrik Profil Loker ID!