Dunia Kerja

Alasan Bos Selalu Cerewet

bos cerewetTidak pernah ada yang benar di mata atasan selalu saja Anda memiliki kekurangan yang menjadi bahan koreksi. Bahkan bila Anda melakukan hal yang menurut Anda sudah sesuai dengan petunjuknya, tak ada pujian yang terlontar dari sang atasan.

Selalulah berpikiran positif saat menghadapi situasi demikian. Sulit memang mengerti jalan pikiran atasan. Belum tentu atasan dengan sengaja menekan Anda atau tidak suka dengan Anda.

  1. Pelit Pujian

Bisa jadi atasan memang pelit dalam pujian. Sebegitu pentingnyakah penerimaan pujian dari atasan sehingga Anda sangat mengharapkannya? Jika atasan bukan tipe yang demikian tidak perlulah Anda mengharapkan puja-puji atasan, cukup pekerjaan beres tanpa ada komplain darinya—yang selalu datang setiap kali ada pekerjaan yang kurang di matanya, tentunya lebih dari cukup, bukan?

  1. Suka Membantah

Bisa jadi atasan menjadi “keras” kepada Anda karena Anda suka membantah ucapannya. Setiap atasan senang bila bawahannya mendengar dan menyimak setiap apa yang dikatakannya. Terlebih lagi jika sebagai bawahan Anda mengesankan lebih tahu ketimbang atasan dan sangat bersemangat menunjukkan kalau bos ternyata melakukan kesalahan.

  1. Kurang Cermat

Akui saja kelemahan Anda yang kurang teliti. Coba ingat-ingat pengalaman-pengalaman sebelumnya apakah Anda sering melakukan kesilapan, kurang cermat dan atasan menegur karenanya? Mungkin saja karena kesilapan-kesilapan Anda di masa lalu membuat atasan berusaha mengingatkan Anda lebih sering untuk menghindari kesalahan yang sama.

  1. Keras

Ada atasan yang beranggapan dengan sikapnya yang “keras” bawahan menjadi lebih awas dalam bertindak. Ini yang menjadi alasan atasan tidak mau mengumbar pujian kepada bawahannya. Bisa jadi dia mengira dengan pujian, bawahan akan merasa tersanjung sehingga kurang hati-hati di tugas selanjutnya atau tidak mengerjakan maksimal lagi karena merasa pujian dari pekerjaan yang sebelumnya dijadikan sebagai standard untuk hasil kerja selanjutnya.

  1. Kewajiban

Ada saja atasan yang beranggapan kalau tugas-tugas Anda adalah kewajiban semata dan sudah menjadi hal-hal yang memang Anda lakukan. Sehingga atasan berpikir tidak perlulah diapresiasi secara berlebihan karena atasan juga memiliki kewajibannya sendiri.