Aghata Jessica Putri : Membawa Fashion Tradisional ke Platform Digital

Author
Ditulis olehTim Loker • Update 22 Oktober 2024
Rubrik Profil

fashion-stylist-fashion-designer-aghata-jessica-tahun-2024

Dunia mode terus berputar dengan sangat cepat, begitu pula dengan profesi yang ada di dalamnya, termasuk fashion stylist dan fashion designer. Jika dulu fashion stylist hanya dibutuhkan untuk acara-acara besar atau pemotretan, kini mereka menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Influencer, selebriti, hingga orang biasa banyak yang menggunakan jasa fashion stylist untuk mendapatkan tampilan yang sesuai dengan kepribadian dan tren terkini.

Munculnya platform media sosial dan e-commerce membuat fashion stylist semakin mudah menjangkau audiens yang lebih luas. Mereka bisa membangun personal branding melalui akun media sosial, berkolaborasi dengan brand fashion, hingga menjadi influencer gaya. Hal yang sama juga terjadi pada prodesi fashion designer. Dengan adanya media sosial, fashion designer bisa membangun personal branding yang kuat. Mereka bisa berbagi proses kreatif, menginspirasi penggemar, dan membangun komunitas yang loyal.

Kali ini, bersama Aghata Jessica Putri, Loker ID mengobrol banyak soal perkembangan dua profesi yang saling berkaitan ini. Cek langsung percakapan kami!

Bagaimana Anda pertama kali tertarik dengan dunia fashion? Apa yang membuat Anda memilih jalur karier sebagai fashion stylist?

Pertama kali masuk ke dunia fashion adalah pada saat saya mengambil keputusan untuk berkuliah di jurusan desain mode di salah satu perguruan tinggi. Lalu belajar fashion disana dan merasa keren saat belajar fashion hihi...

Pada awalnya saya tidak terlalu tertarik menjadi fashion designer dan lebih tertarik menjadi fashion stylist karena melihat pekerjaan fashion stylist sepertinya seru dan asik.

Siapa saja tokoh atau desainer yang paling menginspirasi Anda di awal perjalanan karier?

Pada awal karier saya, nama nama desainer yang menginspirasi Barli Asmara, Rani Hatta, dan Tex Saverio.

Bisa Anda ceritakan sedikit tentang perjalanan karier Anda hingga menjadi creative head saat ini? Apa saja tantangan terbesar yang pernah Anda hadapi?

Awalnya, saya bekerja menjadi fashion stylist di brand Wearing Klamby. Dua bulan saya bekerja disana, owner Wearing Klamby memberikan kesempatan kepada saya untuk belajar menjadi junior producer. Saat itu saya sangat merasa ini adalah hal baru juga tantangan baru bagi saya karena saya belum pernah belajar pada posisi tersebut.

Apa yang menurut Anda menjadi momen paling berharga dalam karier Anda sebagai fashion stylist?

Momen yang berharga saat menjadi fashion stylist justru saat saya harus berdiskusi mengenai konsep photoshoot maupun kebutuhan styling dan memberikan ide serta masukan mengenai fashion apa yang harus dikenakan.

suka-duka-fashion-stylist-fashion-designer-aghata-jessica-tahun-2024

Bagaimana Anda menggambarkan gaya pribadi Anda? Apakah gaya pribadi Anda mempengaruhi cara Anda bekerja sebagai seorang fashion stylist?

Gaya pribadi saya cenderung simple, termasuk sedikit girly namun lebih cenderung kasual. Gaya pribadi saya menurut saya sedikit memengaruhi pekerjaan saya, karena itu sepertinya menjadi kesatuan dalam taste. Tapi, terkadang saya harus menyesuaikan dengan kebutuhan produk yang sedang di-styling.

Bagaimana menurut Anda digitalisasi telah mengubah lanskap industri fashion? Apa saja perubahan signifikan yang Anda amati?

Menurut saya perubahan signifikan yang terjadi saat ini adalah mudahnya kita mendapatkan referensi dan ide-ide baru. Saat ini sepertinya hampir semua orang meluangkan waktu lebih banyak bermain gadget ketimbang waktu lainnya. Saat kita sedang tidak mencari ide pun tiba-tiba ide datang saat sedang scroll media sosial.

Platform digital apa yang paling sering Anda gunakan dalam bekerja? Bagaimana platform tersebut membantu Anda dalam menjalankan tugas sebagai creative head?

Platform yang sering saya gunakan dalam bekerja sudah pasti Instagram dan TikTok, namun saya juga memakai Pinterest untuk mencari insipirasi inspirasi lainnya

Tantangan apa saja yang dihadapi oleh industri fashion akibat digitalisasi? Bagaimana Anda melihat peluang yang muncul dari perkembangan teknologi?

Tantangan yang dihadapi saat ini yaitu semakin banyaknya saingan dan mampukah kita menunjukan keunggulan dari produk ataupun jasa yang kita miliki? Karena banyak sekali fashion enthusiasts yang lebih percaya diri menyampaikan ide-idenya, hal itu menjadikan tantangan sekaligus peluang bagi kita untuk unggul dalam fashion.

Bagaimana Anda menggabungkan elemen tradisional dan digital dalam menciptakan koleksi fashion?

Menggabungkan elemen tradisional dan digital melalui fashion menurutku hal yang bisa kita lakukan dengan cara membuat hasil yang tradisonal namun membawanya ke platform digital.

perjalanan-karir-fashion-designer-aghata-tahun-2024

Bagaimana Anda melihat fenomena PHK yang sering terjadi saat ini? Apa yang dapat dilakukan oleh individu dan industri untuk mengatasi masalah PHK ini?

Fenomena PHK sepertinya saat ini memang sering terjadi ya, apa lagi banyaknya teknologi teknologi baru yang seolah ingin menggantikan sumber daya manusia. Sepertinya hal ini lumayan sulit dihindari, namun menurut saya kita tetap bisa melakukan pekerjaan semaksimal mungkin, dan dengan terus meng-update portfolio. Jadi, jika terjadi hal yang tidak diinginkan, kita siap akan hal tersebut. Terus jangan lupa juga untuk tetap terus membangun relasi.

Menurut Anda, apa saja keterampilan yang paling dibutuhkan oleh seorang fashion stylist di era digital saat ini?

Keterampilan yan paling dibutuhkan seorang fashion stylist di era digital ini menurut saya ada beberapa hal

1. Problem solving, seorang fashion stylist harus memiliki skill problem solving untuk dapat menyelesaikan masalah terutama di lapangan ketika ada hal-hal yang di luar dugaan terjadi. Misalnya terjadi kerusakan pada busana ataupun aksesoris, fashion stylist harus sigap menyelesaikan masalah tersebut.

2. Up to date, menjadi fashion stylist harusnya tahu tren yang sedang berlangsung. Tren mana yang bisa diterapkan pada styling dan mana yang kurang cocok.Tidak semua yang sedang tren harus dipakai lho!

3. Taste yang baik, fashion stylist biasanya memiliki taste atau selera masing-masing. Tapi untuk stylingfashion stylist harus memiliki taste yang cocok untuk produk yang sedang ia styling.

Bagaimana cara agar seseorang dapat meningkatkan peluang untuk mendapatkan pekerjaan di industri fashion yang semakin kompetitif?

Ini pertanyaan yang lumayan sulit saya jawab, saya butuh waktu lama untuk memikirkan jawabannya, karena sepertinya jawabannya sederhana namun sulit diterapkan hehe. Meningkatkan peluang untuk mendapatkan pekerjaan menurut saya saat ini, dengan terus update skill yang kita miliki, memberikan hasil portfolio yang  menarik dan maksimal, juga dengan terus menunjukan bahwa kita orang yang berkembang dan terus mengikuti tren.

Apa saran Anda untuk generasi muda yang ingin berkarier di dunia fashion? Kualitas apa saja yang harus mereka miliki?

Untuk generasi muda yang ingin berkarir di dunia fashion, jangan pernah berhenti belajar meningkatkan knowledge kamu di dunia fashion.Perbanyak ilmu dengan mencari tahu tentang brand lokal maupun mancanegara. Sering-sering nonton fashion show (di Youtube sudah banyak sekali update terbaru fashion show koleksi-koleksi terbaru dari beragam brand).Dan yang paling penting, bangun relasi yang baik ke sekitarmu ya!

Setiap industri memiliki ceritanya masing-masing. Dan hanya expert-nya yang bisa membagi kisah inspiratif. Temukan perspektif berbeda mengenai perkembangan dunia kerja saat ini di Rubrik Profil.