Abdul Naser : Desain Bukan Soal Keindahan Semata

Walaupun profesi Produk Designer sudah sering didengar dan banyak orang ketahui, namun ada saja kesalahpahaman mengenai profesi ini. Salah satunya adalah anggapan kalau desain hanya untuk keindahan. Padahal, desain mencakup banyak aspek lain yang sama pentingnya, seperti fungsi, kenyamanan, dan pengalaman pengguna. Desain yang baik tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga efektif dalam memenuhi kebutuhan dan memecahkan masalah pengguna.
Itulah yang disampaikan Abdul Naser, profesional muda yang berprofesi sebagai Product Designer di salah satu grup media terbesar di Indonesia. Seperti apa jobdesc profesi Product Designer saat ini dan bagaimana perkembangan teknologi memengaruhi dinamika pekerjaan, simak penurutan Abdul bersama Loker ID di sini!
Halo, salam kenal, boleh memperkenalkan diri, nama lengkap, latar belakang pendidikan, serta profesi saat ini dan bekerja dimana?
Hai, nama saya Abdul Naser. Saya seorang Product Designer yang Saat ini, saya bekerja sebagai Product Designer di salah satu grup media terbesar di indonesia.
Boleh diceritakan sedikit tentang bagaimana awal mulanya Anda menjadi tertarik dengan product design?
Saya memulai mimpi dari jalan setapak di pematang sawah, tempat saya melintas pulang dan pergi ke SMP. Jika datang lebih awal, saya bisa menikmati pemandangan Bukit Barisan yang jernih di pagi hari dan berwarna emas menjelang magrib, sebelum pemandangan itu tertutupi oleh perumahan dan sawah-sawah mulai menghilang. Saya ingin mengabadikan semua momen itu, memotretnya, lalu menjadikannya poster. Inilah yang melatarbelakangi keinginan saya untuk belajar desain.
Saat di SMK, saya banyak mengerjakan tugas web design dan membantu guru-guru membuat bahan ajar interaktif. Berkat dukungan guru-guru SMP dan SMK saya berhasil meraih beasiswa ke Universitas Negeri Padang, Jurusan DKV. Di kuliah, saya semakin mendalami desain dengan fokus pada perancangan UI/UX untuk tugas akhir di sebuah kampus. Selama mempelajari desain lebih lanjut, saya menemukan bagaimana desain dapat berdampak pada solusi dan pengembangan bisnis.
Seperti apa sih sebenarnya jobdesc seorang Product Designer?
Saya mulai bekerja di pagi hari dengan list tugas: memahami kebutuhan dan preferensi pelanggan melalui riset pengguna dan pasar, mengembangkan ide produk dan membuat sketsa awal, berkolaborasi dengan tim pengembangan, engineers, dan product managers untuk mengkomunikasikan berbagai ide dan alternatif desain, menguji desain untuk mendapatkan feedback dari pengguna, serta memastikan bahwa desain diterapkan dengan benar dalam proses pengembangan sehingga produk akhir sesuai dengan visi dan memenuhi kebutuhan pengguna.
Menurut Anda, bagaimana perkembangan profesi Product Designer saat ini? Tantangannya dan bagaimana cara mengatasinya?
Tidak seperti dulu, saat ini sudah banyak yang tahu profesi ini. Perkembangan profesi Product Designer saat ini sangat dinamis, dengan permintaan yang meningkat dan teknologi baru seperti AR, VR, dan AI yang membuka peluang baru. Tantangan utama meliputi kesulitan dalam mengikuti perubahan teknologi, bekerja lintas disiplin, serta menjaga konsistensi desain di berbagai platform.
Selain itu, mendapatkan feedback pengguna yang akurat dan menyeimbangkan kebutuhan bisnis dengan kepuasan pengguna juga menjadi tantangan. Mengatasi tantangan ini melibatkan pembelajaran terus-menerus, meningkatkan keterampilan komunikasi, menggunakan panduan desain, dan mengadopsi pendekatan desain yang berpusat pada pengguna dengan data riset.
Bagaimana AI memengaruhi dinamika kerja Product Designer? Seperti apa plus minusnya?
AI memang menjadi topik yang semakin relevan dan tidak hanya terbatas pada bidang desain atau teknologi informasi.Teknologi sering kali menjadi bagian tak terpisahkan dari kemajuan dan inovasi dalam berbagai bidang. Meskipun ada kekhawatiran tentang dampaknya, teknologi biasanya akhirnya mempermudah kehidupan dengan menyediakan solusi yang lebih efisien dan efektif untuk berbagai masalah.
Sebagai seorang designer, saya selalu berusaha untuk belajar dan beradaptasi dengan perubahan. Adaptasi terhadap teknologi baru seperti AI adalah salah satu cara terbaik untuk tetap relevan dan memanfaatkan potensi penuh dari teknologi dalam proses desain dan pengembangan bisnis.
Oh ya minusnya, kurangnya pemahaman konteks dan ketergantungan pada tools. AI mungkin tidak sepenuhnya memahami konteks budaya atau situasional yang penting dalam desain, yang dapat mempengaruhi relevansi dan efektivitas desain.
Menurut Anda, apa saja keterampilan dan kualitas yang penting untuk dimiliki seorang Product Designer?
Kemampuan visual, kemampuan bercerita, kemampuan untuk bertemu dan melakukan riset pengguna dan pasar, kemampuan berpikir kritis, manajemen proyek, fleksibilitas dan adaptabilitas dan yang terakhir yang tidak dimiliki AI: Empati
Apa saja tren terbaru dalam desain produk yang menurut Anda perlu diperhatikan?
Desain berbasis data dan berdampak baik dan berkelanjutan. Seperti kata dosen pembimbing saya Alm. Dr. Syafwandi, M.Sn “Karya yang indah adalah karya yang menginspirasi masyarakat untuk berbuat baik.”
Bagaimana Anda melihat peran desain produk dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat saat ini?
Banyak produk-produk digital yang kini menjadi konsumsi masyarakat banyak, sejatinya produk adalah tools yang membuat kehidupan sehari-hari lebih nyaman dan efisien dengan peralatan dan antarmuka yang intuitif, meningkatkan aksesibilitas, mendorong inovasi sosial,sarana pendidikan dan informasi, juga mempromosikan keberlanjutan.
Boleh share tips untuk profesional muda yang tertarik untuk menjajal bidang ini?
Mulai sering mempertanyakan berbagai hal di lingkungan sekitar. Kenapa alurnya seperti ini, kenapa dibuat seperti ini. Mungkin dari pertanyaan-pertanyaan itu kamu bisa menemukan ada cara yang lebih baik, lebih memudahkan dan berdampak baik. Berhipotesa ria lalukan riset kecil-kecilan cari data yang tersebar luas di internet ini, bisa juga manfaatkan AI, buat solusi dari kamu sendiri rancang lalu dokumentasikan dalam bentuk portofolio. Share ke berbagai platform, jangan minder dulu dengan ide-idemu 🙂 .