Wawancara Kerja

6 Hal Sepele yang Membuat Wawancara Gagal

Resume yang memikat belum tentu jaminan Anda akan sukses diterima di perusahaan yang Anda lamar. Kesalahan kecil dapat merusak semua usaha Anda untuk bisa bergabung di perusahaan impian. Semua hanya karena persoalan sepele yaitu salah berperilaku saat wawancara.

1. Gadget Berbunyi

Ketika sedang proses wawancara tiba-tiba gadget Anda berbunyi! Tentu saja ini petaka besar! Sudah seharusnya Anda mematikan gadget Anda sebelum wawancara berlangsung. Wajar sekali bila user tidak simpatik dengan sikap Anda tersebut. Seberapa hebatnya pun resume Anda akan segera runtuh dengan bunyi gadget. User akan menganggap Anda tidak serius dengan sesi wawancara ini.

2. Cabe di Gigi

Memang sih sepele tapi kerapian sangat penting. Apalagi jika posisi yang Anda lamar memang menuntut kerapian karena harus bertemu dengan banyak orang. Misalnya customer service, sekretaris serta profesi-profesi lain yang membuat Anda harus nampang di depan publik. Perusahaan tidak mau menjadikan Anda—orang yang tidak teliti dengan penampilan sebagai “ambasadornya.”

3. Terlalu Percaya Diri

Percaya diri itu penting namun kalau sudah “terlalu” akan membuat user merasa Anda arogan karena sangat percaya diri. Apalagi kalau ada kesan Anda terlalu membangga-banggakan kemampuan yang Anda miliki.

4. Gagap

Wajar sih kalau Anda gugup namun kalau Anda gagal mengendalikan rasa gugup bisa-bisa ini akan membuat Anda ditolak bergabung di perusahaan tersebut. Kesalahan mendeskripsikan diri kepada user saat wawancara bisa menjadi “ranjau” yang akan meledakkan ketertarikan user untuk menggaet Anda di perusahaannya.

5. Tidak Punya Jawaban

Bisa jadi Anda tidka berhasil menjawab user ketika ditanyakan mengenai sesuatu hal. Anda menjawab tidak tahu. Terlalu jujur pun akan merusak segalanya. Jujur memang penting tetapi yang paling dihargai adalah bagaimana Anda bisa memberikan jawaban yang cukup memuaskan bagi user. Sehingga user tertarik untuk memanggil Anda di proses selanjutnya.

6. Komentar Tidak Pada Tempatnya

Niatnya ingin mencairkan suasana eh malah Anda memberikan komentar, celetukan ataupun candaan yang tidak pada tempatnya. Tidak heran user menjadi tidak simpatik. Kalau tidak yakin dengan apa yang akan dikatakan sebaiknya simpan saja ketimbang jadi masalah.