Dunia Kerja

5 Tips Jadi Pekerja Produktif

Sering lembur bukan berarti Anda masuk dalam golongan karyawan yang produktif. Semakin lama di kantor juga tidak selamanya menunjukkan Anda benar-benar bekerja. Siapa tahu Anda berlama-lama di kantor karena menggunakan fasilitas internet kantor yang kencang ataupun bekerja lelet, kebanyakan mengobrol sehingga pekerjaan tak kunjung tuntas.

Menjadi karyawan profuktif tidak hanya bermanfaat bagi perusahaan tetapi juga buat Anda sendiri. Melatih Anda supaya berdaya guna, memaksimalkan diri sehingga entah dimanapun Anda ditempatkan Anda bisa membawa sikap baik ini di tempat Anda bekerja.

1. Disiplin

Anda harus punya disiplin yang tinggi dalam mengerjakan segala sesuatunya. Jangan setengah-setengah ataupun bermalas-malasan. Menganggap sepele terhadap suatu hal dapat melemahkan Anda. Membuat Anda menjadi orang yang tidak serius dalam bekerja.

2. Tepat Waktu

Sangat penting sikap yang menghargai waktu. Pepatah bilang waktu adalah uang. Sejatinya waktu yang berlalu tidak bisa tergantikan dengan apapun. Belajarlah untuk menyelesaikan tepat waktu semua pekerjaan Anda. Sehingga tidak akan ada pekerjaan ataupun tugas-tugas yang tertunda yang nantinya akan membuat pekerjaan Anda menumpuk.

3. Konsentrasi

Bekerjalah dengan penuh konsentrasi. Jika atasan menyampaikan sesuatu penugasan pahami dan dengarkan baik-baik. Supaya tidak ada pengulangan yang bisa saja membuat atasan kesal, pun kesalahan yang nantinya akan membuat Anda harus memerbaiki kesalahan tersebut. Jika demikian tentunya akan memakan waktu lagi—memperbaiki tugas dan mengerjakan tugas-tugas baru.

4. Serius Bekerja

Maksudnya adalah, Anda harus paham apa yang menjadi tujuan Anda bekerja. Supaya ketika di tengah jalan ada problem, Anda dapat kembali ke tujuan awal tersebut dan semakin memacu Anda untuk bekerja lebih baik. Orang-orang yang tahu pasti tujuannya dalam bekerja tidak akan mudah goyah ketika diperhadapkan pada suatu masalah.

5. Bekerja Lebih Keras

Orang-orang yang produktif adalah orang-orang yang mau dan merelakan diri untuk bekerja lebih keras. Sadar apa yang menjadi kelemahannya serta mau memerbaiki kelemahan tersebut untuk sesuatu yang lebih baik. Tahu apa yang dia kerjakan, belajar memahami masalah dan menggunakan setiap peluang yang ada untuk kemajuannya.