Zona HR

5 Tips Bernegosiasi Cerdas dengan Calon Karyawan

Ketika Anda sudah menemukan calon karyawan andalan dan tertarik untuk melakukan perekrutan lebih lanjut dengannya, ada beberapa hal yang mesti menjadi catatan penting saat Anda sudah tahap dalam sesi negosiasi gaji.

1. Pastikan Mengenai Latar Belakang si Calon Karyawan

Anda harus tahu dulu posisi si calon karyawan. Apakah dia junior atau senior? Kalau dia junior dan belum punya pengalaman tentunya Anda bisa “menekan” gajinya. Tapi jika tidak Anda harus memberikan standard gaji yang memang sesuai dengan posisi dan pengalamannya. Jangan terlalu rendah kalau Anda tidak mau dianggap memandang sebelah mata dengannya.

2. Apakah Perusahaan Memang “Mengincar” Si Calon Karyawan?

Bagaimana tingkat kecocokan perusahaan dengan si calon karyawan? Apakah memang senang sekali dan berharap kalau si calon karyawan akan bergabung dengan perusahaan? Jika memang ya, dan Anda merasa si calon karyawan pantas sekali maka tidak ada salahnya Anda memperjuangkan si calon karyawan asal dalam batas-batas tertentu. Karena terkadang ada saja calon karyawan yang tahu kalau perusahaan mengejar banget dirinya sehingga jual mahal. Bila ini terjadi tentu saja rugi di perusahaan Anda.

3. Anda Harus Mengenalkan Kelebihan-kelebihan Lain

Bila Anda merasa tidak bisa memenangkan perdebatan dari sisi gaji, saatnya Anda menginformasikan si calon karyawan kalau perusahaan menawarkan/memfasilitasi beberapa tunjangan, bonus dan hal-hal lainnya.

4. Apakah Ada Calon Lainnya atau Dia Satu-satunya?

Jangan stuck di satu calon kalau Anda memiliki calon-calon lainnya. Apalagi kalau Anda memang sudah mengatur jadwal wawancara dengan pelamar-pelamar yang lain. Walaupun perusahaan membutuhkan si calon karyawan, jangan terlihat juga kalau Anda mencari sekali. Tunjukkan kalau Anda punya nilai tawar dan banyak juga calon-calon lain yang mencari pekerjaan di tempat Anda.

5. Bersikaplah Profesional

Bersikaplah profesional dan jangan semena-mena. Bagaimanapun Anda membutuhkan dan calon karyawan juga membutuhkan. Kalaupun Anda dan calon karyawan tidak berjodoh setidaknya Anda memberikan kesan yang baik kepada para pelamar mengenai perusahaan.