5 Tipe Karyawan Dari Wawancara Pertama

Author
Ditulis olehTim Loker • Update 19 Mei 2024
Zona HR

Ada dua pernyataan seputar wawancara pertama yang bertolak-belakang. Pertama adalah kesan pertama adalah segalanya kemudian jangan mempercayai kesan pertama. Yang mana yang akan dipercayai?

Sebenarnya kedua pernyataan ini bisa Anda aplikasikan dan dilihat masing-masing dari sisi positif. Kesan pertama memang penting namun jangan sampai terkecoh dengan wawancara pertama. Berikut adalah tipe karyawan dinilai dari wawancara pertama.

1. Sok Tahu

Calon karyawan sok tahu biasanya senang untuk memotong pembicaraan Anda dan mengesankan seolah-olah dia sudah tahu segalanya. Dia berbicara dengan rasa percaya diri yang tinggi namun seringkali apa yang dikatakannya salah. Berhadapan dengan tipe demikian, jangan langsung membuat Anda terpukau dengan resumenya. CV yang memuaskan sekalipun diiringi dengan sikap yang minus sama saja bohong.

2. Pendiam

Tipe pendiam apabila si calon karyawan minim pertanyaan dan menjawab dengan pendek-pendek. Anda butuh lebih banyak menggali tentang calon karyawan tersebut untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas. Apalagi jika Anda terusik dengan jawaban-jawabannya yang pendek. Jangan mengabaikan insting Anda, bisa saja Anda menemukan calon karyawan potensial padanya.

3. Mulut Besar

Dia serba melebih-lebihkan kemampuannya padahal menurut Anda dia tidak seperti yang dikatakannya. Sering terjadi karyawan sengaja mengatakan memiliki kemampuan A, supaya direkrut, padahal belum tentu dia memang memiliki kemampuan tersebut. Sebagai HRD yang memiliki tugas untuk merekrut calon karyawan tersebut Anda harus menguji apa yang dikatakan si calon karyawan benar atau tidak. Menguji bisa dengan mengajukan pertanyaan berkaitan dengan kemampuan tersebut.

4. Apa Adanya

Ada calon karyawan yang memang kemampuannya tidak luar biasa sekali namun Anda melihat potensi untuk berkembang pada dirinya. Kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan dan bisa diajak bekerja sama. Untuk tipe calon karyawan demikian bisa dibilang peluang lebih besar untuk dibutuhkan perusahaan ketimbang karyawan yang punya skill top namun minus di perilaku.

5. Serba Bisa

Karyawan yang serba bisa dengan kualitas A dan attitude yang baik. Terdengar sangat menjanjikan. Perlu Anda lakukan adalah kroscek alasannya keluar dari perusahaan lama. Kemudian meyakinkan apakah memang perusahaan memiliki dana lebih untuk merekrut karyawan dengan kemampuan plus-plus tersebut.