Lowongan Kerja SALES MERCHANDISER PT ANUGERAH MULIA INDOBEL, SEMARANG

Industri :
Pendidikan :
Tipe Pekerjaan :

Closing Date: November 9, 2018

Tanggung Jawab :
Memonitor alur distribusi, kualitas dan kuantitas produk di outlet.
Memastikan produk di outlet dapat dilihat dengan jelas oleh konsumen.
Melakukan product sampling secara langsung ke konsumen.
Mampu melaksanakan kegiatan lapangan dan administrasi.
Kegiatan lain yang berhubungan dengan Merchandising.
Kualifikasi :
Pria/Wanita, berpenampilan menarik. Max. 35 th. Minimal SLTA sederajat.
Memiliki pengalaman minimal 2 tahun di bidang yang sama.
Mampu berbahasa inggris standar penjualan.
Berkepribadian jujur, disiplin, bertanggung jawab dan loyal.
Memiliki kemampuan interpersonal , komunikasi dan negosiasi yang baik.
Memiliki dan mampu mengendarai kendaraan roda dua (sepeda motor) dan memiliki SIM C.
Proses rekrutmen:
SEMARANG
Penempatan:
SEMARANG

Tanggung Jawab Pekerjaan :

Memonitor alur distribusi, kualitas dan kuantitas produk di outlet.
Memastikan produk di outlet dapat dilihat dengan jelas oleh konsumen.
Melakukan product sampling secara langsung ke konsumen.
Mampu melaksanakan kegiatan lapangan dan administrasi.
Kegiatan lain yang berhubungan dengan Merchandising.

Syarat Pengalaman :
PENGALAMAN MIN 2 TAHUN DIBIDANGNYA
Keahlian :

MENGUASAI MICROSOFT OFFICE/EXCEL/WORD/

Kualifikasi :

PRIA/WANITA MAX

Waktu Bekerja :
SENIN-JUMAT

Profile Perusahaan

Deskripsi Perusahaan

The First Chocolatier of Yogyakarta
This adventure begins in Yogyakarta back to 2001 when a 35 years old Belgian man arrives in Indonesia without a plan in mind. Disappointed by the poor quality of chocolate, he decided to take matters into his own hands and endeavours to make some specialties of his low-land country using limited resources.

The first chocolate truffles he gave to his Indonesian friends caused their eyes to light up with pleasure. “You have to make more!” they said. So off he went with his old pink Vespa that he transformed into a vending stall and sold them on Sundays at the Gadjah Mada University market and outside the Kotabaru church.

More for the pleasure and to discover people’s reaction, rather than making money, these interesting moments shaped the man’s new career and made him the first chocolatier of Yogyakarta.