Lowongan Kerja Guru Matematika SD dan SMP Metode Sakamoto Citraland Surabaya

Level Pekerjaan :
Industri :
Pendidikan :
Tipe Pekerjaan :

Posted Date: 2018-09-09

PT Sakamoto Indonesia Perdana pertama kali didirikan pada tahun 2001 sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pendidikan khususnya matematika.

Metode Sakamoto ditemukan sekitar tahun 1980 oleh seorang Guru Matematika di Jepang. Beliau bernama Mr. Hideo Sakamoto, seorang peraih Doktor Kehormatan di bidang pendidikan dari Universitas IOND Hawaii, Amerika Serikat.

Mr Hideo Sakamoto mulanya diminta oleh seorang teman untuk mengawasi anaknya apakah sudah belajar dengan baik dan benar. Ternyata setelah belajar dengannya anak itu dapat diterima di sekolah yang termasuk paling bermutu di Jepang yaitu sekolah Nada Junior High School (SLTP/SMP). Sejak saat itu beliau bertekad untuk terus mengajar. Dalam mengajar, beliau tahu kira-kira anak mana yang akan berhasil masuk ke Nada Junior High School dan anak mana yang akan gagal masuk. Ternyata dugaannya benar walaupun Mr Hideo Sakamoto telah berusaha dengan kemampuannya ternyata anak tersebut gagal. Beliau mulai berpikir, tidak cukup hanya mengajar tetapi harus ditambah dengan metode pengajaran yang effisien.

Dengan metode Sakamoto, soal cerita Matematika justru dapat menjadi teman anak-anak kita. Mereka akan memahami betul soal yang mereka kerjakan sehingga mereka akan lebih percaya diri dan jauh dari rasa takut Matematika.

Tanggung Jawab Pekerjaan :

Sebagai Guru / Tenaga Pengajar Kursus Matematika Metode Sakamoto

Syarat Pengalaman :
Keahlian :

Senang mengajar
Suka dengan anak-anak
Sabar dan ramah
Dapat berbahasa Inggris (jika memungkinkan)

Kualifikasi :

Wanita usia 20 tahun – 35 tahun
Pendidikan minimum D3

Waktu Bekerja :
Jam kerja dari pk 12:00 sampai pk 19:00 (Senin-Jumat) dan pk 09:00 sampai pk 15:00 (Sabtu)

Profile Perusahaan

Deskripsi Perusahaan

Metode Sakamoto lebih berfokus pada pembinaan kemampuan siswa dalam pemahaman soal (be able to understand) bukan sekedar kemampuan menjawab soal (able to answer).

Sehingga siswa dibiasakan untuk tidak hanya menekankan pada hasil, tapi pada proses penyelesaian.