Lowongan Kerja Staf Desain Grafis Djalaluddin Pane Foundation


Posted Date: 2018-08-27

Lowongan Yayasan Pane Djalaluddin (DPF)
DPF adalah lembaga nirlaba (non profit) yang berfokus pada pengembangan pendidikan di beberapa Kabupaten Sumatera Utara yakni Daerah Labuhanbatu Selatan. Pengembangan pendidikan sendiri fokus kepada pemberian pelatihan kompetensi berbasis TIK seperti: membuat email, blog, media presentasi PowerPoint kepada Guru-guru SMA/SMK Non TIK.

Saat ini kami sedang mencari kandidat yang memiliki visi dan misi untuk memajukan pendidikan Indonesia. Tentunya diharapkan mereka adalah orang yang loyal, bertanggung jawab, memiliki inisiatif tinggi dan senang dengan budaya kerja yang dinamis.

Tanggung Jawab Pekerjaan :

Mendukung Bidang Komunikasi dan Kemitraan dalam mempersiapkan beberapa bahan publikasi, seperti merancang design brosur, poster, merchandise, buku, majalah dan bentuk lain dari publikasi.

Syarat Pengalaman :
Pengalaman minimal 1 tahun di bidang desain grafis, Terbuka untuk lulusan baru
Keahlian :

Memiliki ketertarikan di bidang design grafis dan familiar dengan software design (Adobe photoshop, Illustrator, InDesign).

Kualifikasi :

• Diutamakan Laki-laki, jurusan Desain Grafis (Desain Komunikasi Visual). Kreatif dan mempunyai ide-ide yang fresh.
• Memiliki ketertarikan di bidang design grafis dan familiar dengan software design (Adobe photoshop, Illustrator, InDesign).
• Bekerja dengan deadline.
• Dapat bekerja sama dalam tim maupun bekerja individual.

Tunjangan :

Uang makan
Uang Transport
Ung Komunikasi

Insentif :

Uang Lembur
Uang Saku Dinas


Profile Perusahaan

Deskripsi Perusahaan

Djalaluddin Pane Foundation (DPF) merupakan organisasi non profit yang didedikasikan untuk menjadi penggerak dan menciptakan perubahan pada dunia pendidikan. DPF berkomitmen mengembangkan program berbasis TIK demi terciptanya masyarakat pembelajar yang mampu bersaing di era digital.

Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memiliki fungsi yang kompleks dalam membantu sistem pembelajaran para pendidik di sekolah. Hal ini, tentu bergantung pada kemampuan mengelola dan memanfaatkan teknologi tersebut.
Di Indonesia sendiri, penggunaan teknologi di dalam kelas belum menjadi hal yang biasa kita temui, begitupun keterkaitannya dengan jumlah guru yang mampu menggunakan komputer dan memanfaatkannya untuk media pembelajaran di dalam kelas.

Permasalahan lainnya adalah, tidak tiap sekolah dapat memiliki kesempatan untuk meningkatkan kompetensi gurunya dalam memanfaatkan TIK.
Kondisi tidak meratanya kemampuan tiap guru dalam memanfaatkan TIK inilah yang menjadi fokus utama DPF dalam mencanangkan Teacher Competency Deveploment Program (TCDP).

Dengan mengacu kepada kerangka kerja kompetensi TIK untuk Guru yang dibuat oleh UNESCO, ICT Competency Framework for Teacher (ICT CFT) bahwasanya guru harus dibekali oleh 3 tingkat kemampuan yaitu; literasi teknologi, pendalaman pengetahuan, dan kreasi pengetahuan, maka TCDP merupakan solusi yang DPF tawarkan untuk membantu meningkatkan kompetensi guru, terutama guru-guru di daerah terkait TIK.